Cuma Utok yang Pakai Baju PGRI - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Cuma Utok yang Pakai Baju PGRI

Cuma Utok yang Pakai Baju PGRI

Written By Mang Raka on Selasa, 26 Juli 2016 | 16.00.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Ada pemandangan unik jelang digelarnya rapat para kepala SD se Kecamatan Lemahabang. Pasalnya, hampir semua kepsek yang hadir mengenakan pakaian dinas sipil seperti biasa, namun hanya nampak Kepala UPTD PAUD/SD yang mengenakan batik PGRI sendirian. Usut punya usut, dikenakannnya batik organisasi guru tersebut lantaran menjadi anjuran Pengurus PGRI Karawang setiap bulan pada tanggal 25. Namun, entah lupa atau disengaja, anjuran mengenakan batik kusuma bangsa khas PGRI ini tidak diindahkan para guru dan kepsek di Lemahabang. Bahkan, Ketua PGRI Cabang Lemahabang sendiri justru tidak mengenakan batik organisasinya yang lahir tanggal 25 November tersebut. "Iya anjuran setiap tanggal 25 setiap bulan itu khusus guru memang harusnya pakai pakaian batik sih," kata Kepala SDN Pulojaya 1 Hj Yetty Maryati S.pd.
Disinggung batik yang dikenakannya sendirian saja, Kepala UPTD PAUD/SD Lemahabang Rusta Anzela mengatakan, pihak PGRI sendiri yang memberikan arahan kepada para guru agar mengenakan batik PGRI pada setiap tanggal 25 di setiap bulan. Karena pada tanggal yang sama yaitu 25 November adalah hari guru. Dirinya mengenakan batik organisasi PGRI ini lantaran selain mematuhi arahan pengurus daerah PGRI Karawang, juga sekaligus memberi contoh kepada para guru-guru lainnya untuk sama-sama mengingatkan, bahwa batik khas PGRI berwarna hitam putih ini mestinya dikenakan serupa di tanggal 25 ini. "Ya saya ikuti arahan PGRI saja sebagai wujud penghormatan kepada para guru-guru, kan anjurannya setiap tanggal 25 harus mengenakan batik PGRI, masa baju profesi kalah dengan batik lain," ungkap dia.
Utok menambahkan seragam guru PGRI merupakan kebanggaan tersendiri bagi para tenaga pengajar. Karena seragam ini merupakan Batik Kusuma Bangsa yang menjadi seragam resmi bagi anggota PGRI tidak dimiliki oleh PNS lainnya. Karenanya, bukan saja mengindahkan edaran PGRI, tapi mengenakan batik PGRI ini merupakan penghormatan tersendiri kepada para guru-guru. "Seragam ini merupakan Batik Kusuma Bangsa yang menjadi seragam resmi bagi anggota PGRI tidak dimiliki oleh PNS lainnya, " jelas dia.
Sementara itu, Guru SMPN 1 Cilamaya Wetan, Chatim Sumpena mengaku lupa mengenakan batik PGRI. Padahal memang setiap tanggal 25 tiap bulan menjadi anjuran agar mengenakan batik Kusuma Bangsa sebagaimana edaran langsung PGRI. "Iya lupa, aku juga pake pakaian dinas pemda, sebenarnya sudah edaran sih," jelas dia.
Senada juga dikemukakan Guru PKN SMPN 5 Karawang Barat, Nanang Pramudiana S.pd. Memang sebenarnya edaran mengenakan batik PGRI itu juga sudah diteruskan melalui intruksi dari kepsek agar dikenakan setiap tanggal 25, sementara Korpri tanggal 17. "Iya edarannya udah ada sih, setiap tanggal 25," jelas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template