Budaya Sunda Makin Tersingkir - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Budaya Sunda Makin Tersingkir

Budaya Sunda Makin Tersingkir

Written By Mang Raka on Rabu, 20 Juli 2016 | 16.00.00

- Peran Pemerintah Diperlukan

CILAMAYA, RAKA - Sisingaan atau sebutan lainnya odong-odong merupakan kebudayaan pertunjukan seni yang lahir  dan berkembang di Jawa Barat. Kesenian ini sudah sekian lama menjadi primadona masyarakat Karawang tatkala memiliki acara besar atau hajatan. Sebab, biasanya odong-odong ini menjadi salah satu hiburan wajib yang musti ada disetiap acara tersebut. Namun kini, fenomena itu dari waktu ke waktu kian surut dan tergantikan dengan hiburan lain seperti dangdut koplo. Padahal hiburan itu bukan merupakan warisan budaya Sunda.
Menurut Yudi Yudistira, pemerhati budaya Karawang mengatakan bahwa sisingaan memiliki ragam dan rentetan sejarah yang erat kaitannya dengan tanah Sunda. Diantaranya bahwa sisingaan memiliki hubungan sebagai bentuk perlawanan rakyat terhadap penjajah lewat binatang singa kembar. “Dalam waktu itu ditampilkan gotong singa atau sisingaan yang dalam bentuk masih sederhana. Termasuk musik pengiringnya dan kostum penari yang mengiringinya. Ternyata sambutan sangat luar biasa sejak itulah sisingaan dikenal oleh masyarakat,” ujarnya berkisah.
Dalam perkembangannya, bentuk sisingaan dari sederhana kini semakin disempurnakan. Baik bahan maupaun rupanya yang semakian bervariatif, gagah serta menarik untuk dilihat. “Demikian pula dengan gerak tarinya dari hari ke hari semakian ditata dan disempurnakan. Juga musik pengiringnya sudah ditambahkan dengan berbagai jenis alat musik lain,” ujarnya.
Sebagai pagelaran seni yang unggul di masyarakat sisingaan dikemas sedmikian rupa dengan penambahan berbagai atraksi seperti jalangkungan dengan tampilan manusia yang tinggi memakai kaki yang terbuat dari penyangga bambu. Tak lupa pula atraksi sulap yang menarik serta sedikit berbau mistis. Pria itu melanjutkan bahwa selama ini grup sisingaan di Karawang sudah tersebar di setiap desa. Oleh karena itu, seni Sisingaan harus diperhatikan oleh pemerintah sebagai jawaban konkret untuk pelestraian budaya yang ada. ”Kami melihat bahwa fenomena sisingaan ini semakin lama akan semakin terkikis dengan hiburan seperti dangdut koplo yang jauh dari kesan santuan dan adat ketimuran. Maka dari itu, penyebaraan sisingaan ini perlu mendapat dukungan semua pihak agar tidak lekang oleh perkembangan zaman," harapnya.(fah)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template