Antisipasi Alih Fungsi, Jual Sawah Harus Izin Bupati - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Antisipasi Alih Fungsi, Jual Sawah Harus Izin Bupati

Antisipasi Alih Fungsi, Jual Sawah Harus Izin Bupati

Written By Mang Raka on Kamis, 28 Juli 2016 | 15.30.00

Petani diimbau untuk tak menjual lahannya untuk dialih fungsikan menjadi perumahan. Hal ini dilakukan, guna menjaga lahan teknis persawahan di Purwakarta. Karena, sebagai daerah yang berkembang, potensi alih fungsi lahan cukup besar di Purwakarta.
Namun, jika petani terpaksa harus menjual sawahnya, terlebih dahulu harus meminta izin kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. "Kami meminta petani tidak menjual sawah untuk dibangun perumahan, karena itu akan mengurangi luas areal sawah dan akan berdampak terhadap ketersediaan pangan," kata Wakil Bupati Purwakarta Dadan Koswara, baru-baru ini.
Diteruskannya, jika petani pemilik sawah seenaknya menjual sawah untuk pembangunan perumahan, dikhawatirkan luas lahan areal pertanian di Purwakarta berkurang. Hal itu akan berdampak dengan ketersediaan pangan di daerah. Menurut dia, Pemkab Purwakarta sudah berusaha mencegah terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan. Itu dibuktikan dengan dikeluarkannya kebijakan kalau petani menjual sawah produktif, maka harus seizin Bupati. "Saya kira kebijakan ini bagus untuk menjaga keberadaan lahan pertanian, sehingga ketersediaan pangan tetap stabil untuk masyarakat," paparnya.
Dadan meneruskan, selama ini Purwakarta telah berhasil membangun ketahanan pangan di daerahnya. Hal tersebut penting agar harga beras di pasaran dapat dikendalikan dengan baik, sehingga tidak merugikan petani. "Panen ini sebagai representasi ketahanan pangan Purwakarta. Kalau ketersediaan beras dapat kita kendalikan di pasaran, maka petani untung," ungkapnya.
Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Kehutanan bersama Kodim 0619/ Purwakarta melakukan kegiatan panen raya di lahan kelompok tani (Poktan) Mekarsaluyu, Desa Gandamekar, Kacamatan Plered. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Karawang Ir H Agus Rahlan mengatakan, panen di area lahan dengan menggunakan metode jajar legowo dua ini, bertujuan guna meningkatkan kesejahteraan para petani di Purwakarta khususnya wilayah Plered. "Kegiatan ini saya harap dapat memberikan prospek yang baik bagi gairah usaha tani, karena kita tidak lepas tadi pertanian, selain itu untuk menjaga ketahanan pangan," ujarnya, seusai pemanenan padi.
Pihaknya, mengaku optimis jika pencapaian pertanian di Purwakarta tiap tahunnya terus meningkat, apalagi ditunjang dengan upaya meningkatnya produktivitas padi dengan peningkatan Luas Lahan Tanam (LTT). Ditambah para petani menggunakan benih dengan varietas unggul. Pencapaian tersebut dibuktikan dengan meningkatknya hasil produksi menjadi 7,5 ton per hektare dari sebelumnya 6,1 ton per hektarenya. "Realisasi produksi melampaui target. Selain itu, sekarang Purwakarta kini sudah memiliki produk benih padi dan benih holtikultura lain serta benih jamur meskipun belum begitu berkembang," bebernya. (gan/an)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Karawang kok nggak ya? Jadinya abis nih sawahnya, pada jadi perumahan..

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template