90 Orang Nyalon Kepala SMP, 42 tak Layak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 90 Orang Nyalon Kepala SMP, 42 tak Layak

90 Orang Nyalon Kepala SMP, 42 tak Layak

Written By Mang Raka on Jumat, 29 Juli 2016 | 21.06.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Minat guru jadi calon kepala SMP di Karawang volumenya cukup tinggi, mencapai 90 orang. Namun, hasil seleksi yang lebih ketat oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK), hanya 48 guru yang dianggap layak menjadi calon kepala sekolah.
Ketua Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Komisariat Telagasari, Eman S.Pd mengatakan, rata-rata yang mendaftar calon kepala sekolah karena faktor jenjang karir dan minat. Atau diusulkan kepsek setempat. Di komisariat Telagasari misalnya. Yang mendaftar sebanyak 9 orang. Mereka berangkat dari guru SMP 1,2 dan 3 Telagasari, SMPN 1 Tempuran, SMPN 1 dan 2 Majalaya dan SMPN 1 Rawamerta. Namun, hasil seleksi yang tahun ini dilaksanakan oleh P4TK Cianjur, yang dianggap layak hanya 48 orang. "Di Komisariat Telagasari dari 9 hanya 2 orang saja (yang dianggap layak)," ungkapnya kepada Radar Karawang, Kamis (28/7) kemarin.
Angka 48 guru yang dianggap layak tersebut, sebutnya, masih belum aman karena belum dinyatakan lolos. Karena istilah kelayakan itu dinilai dari empat aspek saja, yaitu kemampuan, kepribadian, pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki guru saat menjadi kepsek. Baru setelah itu ke 48 guru layak calon kepala sekolah (cakep) ini, akan mengikuti dahulu pendidikan dan pelatihan (diklat) di Solo selama 3 bulan kedepan. Ini berbeda dari seleksi para kepsek-kepsek sebelumnya. Karena dulu si calon kepsek harus duduk dulu menjadi kepsek, baru kemudian didiklat di Provinsi Jawa Barat. "Se Karawang yang daftar jadi kepala SMP itu ada 90 orang. Tapi yang dianggap layak hanya 48 orang. Sementara kebutuhan di Karawang sampai 2018 itu 24 kepsek saja," ungkapnya.
Kepala SMPN 1 Lemahabang ini menambahkan, meski kebutuhan kepsek sampai 2018 adalah 24 orang, itu tidak jadi soal. Karena saat ini banyak kepala sekolah yang memasuki masa pensiun dan periodesasi. Artinya ada penambahan 5 persen dari jumlah yang dianggap layak tersebut. "Kemungkinan yang akan mengisi kekosongan kepsek menjadi definitif sampai 2018 itu sebanyak 31 orang, dan sisanya menjadi daftar tunggu," tuturnya.
Ia yakin, perbedaan seleksi cakep tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya, lebih murni dan transparan. "Seleksi tahun ini formatnya beda dari tahun-tahun sebelumnya. Saking ketatnya, saya yakin hasilnya akan benar-benar murni," ujarnya.
Lain SMP lain juga SD, Pengawas PAUD/SD Kecamatan Lemahabang Drs Iskandar menuturkan, untuk SD seleksinya langsung dibawah kendali pengawas. Di Lemahabang, sebutnya, ada 25 calon kepala sekolah untuk mengisi kekosongan sampai 2018. Dari jumlah tersebut, kepsek baru SD tinggal menunggu SK saja dari Bupati. Semuanya sudah berdasarkan pertimbangan persyaratan, karena semuanya dibutuhkan betapapun sebagiannya ada yang harus waiting list. Selama menunggu SK definitifnya, sekolah yang kosong kepseknya bisa dirangkap dahulu oleh pelaksana tugas (Plt), yang sekolahnya terdekat atau masih satu hamparan. "Kalau SD, pengawas yang langsung menyeleksi sebagai Kepsek. Di Lemahabang ada 25, insya Allah mencukupi sampai 2018 mendatang," pungkasnya. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template