600 Juta Sehari Uang Beredar di Pasar Loji - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 600 Juta Sehari Uang Beredar di Pasar Loji

600 Juta Sehari Uang Beredar di Pasar Loji

Written By Mang Raka on Selasa, 26 Juli 2016 | 14.30.00

*Desakan Penatan Pasar Semakin Menguat

TEGALWARU, RAKA - Satu bulan terakhir ini tata kelola Pasar Loji mendapat sorotan serius berbagai kalangan. Meski jalur alternatif menuju sejumlah lokasi wisata telah difungsikan namun hal itu belum menjamin ruas jalan di depan pasar itu terbebas dari macet. Disamping kondisi pasar pun dinilai tidak representatif lagi berada di pinggir jalan utama Badami Loji. Karenanya, kuat desakan agar ada penataan terhadap pasar tersebut.

Seperti diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Tegalwaru H.Jumria.S.Sos, operasional harian Pasar Loji cukup ramai. Keberadaan Pasar Loji pun membuat akses para pelancong ke beberapa tujuan wisata sedikit terganggu. Hanya saja penelahaan perihal itu sekarang ini tengah dicermati serius berbagai kalangan.
"Upaya kami saat ini belum sampai ada eksepsi pasar akan direlokasi karena pemerintah tidak mempunyai relevansi ke Pasar Loji lantaran pasar tersebut bukan pasar milik pemerintah. Karenanya, saat ini kami hanya sebatas himbauan agar pengelola pasar memperhatikan berbagai aspek yang diproduksinya. Seperti sampah dan area perparkiran," tandas Jumria, lusa (24/7) kemarin. Jumria menilai solusi paling tepat untuk kondisi Pasar Loji sekarang adalah dengan melakukan penataan pasar, jika tidak bisa direlokasi.
Saat ini Pasar Loji merupakan pasar terbesar di wilayah Karawang Selatan, selain lengkap menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga. Hal ini juga yang membuat pengunjung pasar inipun bukan hanya warga setempat tetapi juga warga Desa Kutamanah, daerah yang jadi perbatasan Kabupaten Purwakarta-Karawang selain warga ujung Perbatasan Kabupaten Bogor. Mereka memilih belanja ke pasar loji karena selain pasar terdekat juga terlengkap di wilayah perbatasan.
Seperti diutarakan Rismayanti (31) warga Desa Kutamanah, Kabupaten Purwakarta, dirinya lebih memilih berbelanja di Pasar Loji karena jarak tempuh yang lebih dekat. "Saya berbelanja di Pasar Loji, selain harganya juga tidak jauh beda dengan pasar-pasar di Purwakarta, yang terpenting lagi karena jaraknya lebih dekat," katanya.
Bahkan pada momen-momen tertentu hari-hari besar seperti lebaran banyak pedagang musiman dari berbagai daerah yang memenuhi sepanjang Pasar Loji, baik yang menjual beraneka ragam kue-kue maupun pakaian.
Sementara, lusa (24/7) kemarin, tokoh masyarakat Tegalwaru, H. Uju (54), mengungkapkan kegiatan Pasar Loji menjadi pusat kegiatan transaksi perdagangan yang lumayan besar di Karawang Selatan. Bahkan, kini menjadi kunjungan pelaku usaha urban yang melihat potensi usaha yang tinggi di wilayah itu. "Pasar Loji itu unik dan menjadi desentralisasi perdagangan di wilayah Karawang Selatan. Ini yang membuat pasar ini menjadi sasaran pelaku urban untuk mengadu di Karawang Selatan," tandas Uju.  
Dijelaskan juga, Pasar Loji ada sejak 40 tahun yang lalu. Sebelumnya pasar ini hanya beroperasi sebagai pasar yang buka pada hari-hari tertentu saja, yakni Selasa dan Sabtu. Pasar Loji juga menjadi pusat transaksi petani dari seluruh wilayah Kecamatan Pangkalan, sebelum wilayah itu dimekarkan menjadi Kecamatan Tegalwaru.
Kesininya, terang Uju, Pasar Loji mengikuti perkembangan karena terpicu bertambahnya jumlah penduduk wilayah Karawang Selatan. Pasar inipun semakin berkembang bahkan saat ini putaran transaski keuangan di Pasar Tradisional itu hingga diatas Rp 600.000.000 per Hari. Dengan angka sebesar itu, banyak pihak menilai pasar ini pantas dikembangkan melalui penataan menjadi pasar semi modern yang mampu melayani warga daerah-daerah perbatasan Karawang. (ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template