4 Tahun Jadi Pemuas Nafsu Dukun Cabul - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » 4 Tahun Jadi Pemuas Nafsu Dukun Cabul

4 Tahun Jadi Pemuas Nafsu Dukun Cabul

Written By Mang Raka on Jumat, 29 Juli 2016 | 21.06.00

-ABG Klari Lapor Polisi

KARAWANG, RAKA - Memanfaatkan kepolosan ABG, seorang paranormal yang dipercaya memiliki kekuatan supranatural tega mencabuli sebut saja Melati selama empat tahun.
Tindakan bejat pelaku yang diketahui bernama Pandi alias Abah (62), terungkap setelah Melati yang saat itu masih duduk di kelas III SMK dinyatakan hamil. Orangtua Melati yang curiga setelah melihat perut putrinya mulai membesar, kemudian memeriksakannya ke RSUD Karawang. Hasilnya, Melati diyatakan positif hamil. Melati yang sebelumnya berusaha menutupi aib yang menimpa dirinya, akhirnya buka mulut dan menyebutkan kehamilannya akibat tindakan sang paranormal, yang kerap mengancam dirinya dan keluarganya akan mendapat bahaya jika menolak permintaan pelaku untuk melakukan persetubuhan. Menurut Melati, persetubuhan tersebut awalnya terjadi ketika korban masih duduk di bangku SMP sekitar tahun 2012 silam, dan terakhir pada bulan April 2016 sekitar pukul 13.00 WIB di rumah pelaku di Dusun Pundong, Desa Belendung, Kecamatan Klari. Saat itu, korban yang baru saja pulang sekolah setelah mengikuti ujian, bertemu dengan pelaku di sebuah gang yang tak jauh dari rumah korban. Pelaku memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya. Namun, saat itu korban sempat menolak. Setelah ditolak korban, pelaku mengancam akan mengguna-guna salah satu keluarga korban. Karena takut, akhirnya korban menuruti ajakan pelaku. Keduanya kemudian menuju rumah sang dukun yang saat itu sedang sepi. "Setelah di kamar, pelaku langsung menyetubuhi korban sebanyak satu kali, karena dibawah ancaman pelaku yang diketahui akan mencelakai keluarganya," kata Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Hairullah melalui penyidik PPA Polres Karawang Aiptu Asep Dhani K, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (28/7) kemarin
Setelah orangtua korban mengetahui peristiwa yang menimpa anaknya, akhirnya pelaku dilaporkan ke Polres Karawang. Tidak lama kemudian, Pandi diciduk petugas unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satreskrim Polres Karawang di rumahnya, di Dusun Pundong, Desa Belendung, Kecamatan Klari. Setelah ditangkap dan diperiksa, lanjut Asep, pelaku mengakui segala perbuatannya terhadap korban. Termasuk menyetubuhi korban dengan bujuk rayu maupun ancaman. "Intinya perbuatan yang dilakukan pelaku terhadap korban semuanya dibawah tekanan dan ancaman, hingga akhirnya korban mau menuruti korban karena korbannya takut," jelasnya.
Perbuatan Pandi dijerat dengan pasal 82 ayat 2 UU RI No 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak. "Ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjara, dan denda sebesar paling banyak Rp 5 miliar," kata Asep. (ops)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template