Zat Berbahaya Pada Jajanan Anak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Zat Berbahaya Pada Jajanan Anak

Zat Berbahaya Pada Jajanan Anak

Written By Mang Raka on Senin, 27 Juni 2016 | 15.00.00

RENGASDENGKLOK,RAKA- Bermacam-macam aneka jajanan anak yang saat ini tersedia dan dijajakan oleh para pedagang, disinyalir mengandung zat berbahaya. Selain menggunakan bahan pewarna, juga disinyalir menggunakan bahan kimia yang dilarang untuk dikonsumsi manusia.
Satam (45), pedagang es lilin yang biasa beroperasi di wilayah Rengasdengklok menjelaskan, bahwa dagangannya memang menggunakan pewarna makanan yang sengaja dibuat guna membuat makanan tersebut menarik. "Kalau warna-warnikan anak-anak biasanya suka, makanya pewarna tersebut sengaja kita campurkan dalam jajanan es tersebut,” akunya.
Kendati demikian, dirinya mengakui bahwa selama ini tidak ada gangguan atau komplain dari siapapun terkait beredarnya jajanan tersebut. ”Kita belum pernah dapat protes darimana pun terkait zat pewarna makanan dalam jajan yang kita jual,” imbuhnya. Dirinya bahkan meyakini bahwa pewarna tersebut aman dikonsumsi.
Namun, menurut Alfi Khairuzuhda, pemerhati pangan dan gizi yang ditemui dikediamannya menjelaskan, bahwa sebaiknya zat pewarna tersebut sebisa mungkin dihindari. "Memang mungkin untuk jangka waktu sekarang tidak akan ada pengaruhnya. Terlebih zat pewarna juga tidak baik digunakan apabila dikonsumsi melebihi ambang batas, yang jelas kan lebih baik mencegah daripada mengobati,” tandasnya.
Masih menurut wanita ini, sebaiknya selalu bekali putra putri dengan makanan sehat saat berangkat ke sekolah, agar tidak teracuni oleh zat-zat kimia berbahaya dari jajanan tak sehat yang ada di sekolah. "Kalau 0,9 persen yang sehat, berarti sisanya merupakan jajanan tidak sehat dan berbahaya," jelasnya.
Alfi menambahkan, saat ini banyak produk olahan pangan yang dijual di pasar, terutama di sekolah-sekolah, tanpa melalui proses uji keamanan pangan yang layak.Hal ini tidak saja berbahaya bagi tubuh, bahkan bisa melanggar hak seseorang untuk mendapatkan jaminan akan keamanan pangan yang layak dan sesuai dengan ketentuan BPOM."Supaya orang tertarik untuk memakan suatu makanan, seringkali kita perlu menambahkan bahan-bahan tambahan ke dalam makanan yang diolah (zat aditif)," jelasnya.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, zat adiktif dapat dikelompokkan sebagai zat pewarna, pemanis, pengawet dan penyedap rasa. Tapi kebanyakan yang digunakan oleh produsen nakal bukanlah pewarna untuk makanan. "Anak-anak kan sukanya makanan dengan warna terang. Dan ternyata warna yang terang ini justru bukan pewarna makanan, tapi pewarna pakaian," pungkasnya. (fah)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template