Warung Nasi Boleh Jualan di Siang Hari - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warung Nasi Boleh Jualan di Siang Hari

Warung Nasi Boleh Jualan di Siang Hari

Written By Mang Raka on Rabu, 08 Juni 2016 | 13.30.00

- Khusus Melayani Orang Tertentu

PURWAKARTA, RAKA - Banner Ramadhan Toleran mulai bertebaran di sudut-sudut Kabupaten Purwakarta mulai dari rumah makan sampai tempat umum. Banner yang sebenarnya berisi surat edaran Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi tersebut sejak Ramadan tahun lalu mulai disosialisasikan. Tahun ini terasa unik, karena penyebaran banner tersebut lumayan massif. Beberapa orang malah terlihat berfoto disamping banner yang juga menyertakan panggilan Ambulance Semar itu.
Banner tersebut berisi 9 poin yang memperbolehkan masyarakat umum untuk makan dan minum meskipun pada siang hari di bulan Ramadan. Akan tetapi, bukan berarti juga bentuk pembiaran Pemerintah Kabupaten Purwakarta terhadap gejala intoleransi kepada umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Purwakarta tidak akan mengeluarkan larangan apapun tentang perlakuan rumah makan pada siang hari selama bulan Ramadan. “Silakan saja kalau mau buka pada siang hari, kami tidak akan menutup paksa rumah makan yang buka pada siang hari. Tetapi mohon diperhatikan juga kriteria pengunjung yang datang ke rumah makan selama bulan suci Ramadan, harus memenuhi surat edaran yang kami kemas menjadi banner, kriterianya semua ada disana,” kata Dedi, Selasa (7/6) kemarin.
Kriteria yang dimaksud oleh Dedi adalah non muslim, Orang dalam keadaan udzur (usia lanjut), perempuan yang sedang menstruasi, hamil atau menyusui, anak-anak yang belum dewasa, orang yang dalam keadaan sakit, orang yang berada dalam perjalanan (musafir) dan yang terakhir orang yang mengalami sakit ingatan (gila). Khusus untuk kriteria yang terakhir, Dedi menyiapkan ambulance dan perawat agar dapat segera dibawa ke rumah sakit jiwa. “Kalau orang yang makan dan minum pada siang hari tetapi tidak masuk poin satu sampai delapan, berarti masuk poin ke sembilan. Dengan senang hati saya antar ke rumah sakit jiwa," jelasnya.
Dedi pun segera meminta kepada seluruh pengelola rumah makan di Purwakarta, agar selektif mempersilakan pengunjung berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta. "Kalau tidak masuk kategori saya minta untuk tidak dilayani. Kalau masuk salah satu kategori diatas mah ya silakan saja," ujar Dedi.
Banner ini sudah dapat masyarakat temukan salah satunya di Rest Area KM 97 Tol Purbaleunyi. Hamid (30) warga asal DKI Jakarta yang sempat melihat banner tersebut sempat tersenyum. Dirinya yang sedang melepas lelah karena menempuh perjalanan dari Sumedang ini mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. "Saya tertawa saat baca poin ke sembilan. Ini bagus sekali daripada ribut-ribut lebih baik membuat imbauan yang teduh," singkat Hamid. (awk)

9 kriteria yang boleh dilayani warung nasi saat siang hari
1. Non muslim
2. Orang dalam keadaan udzur (usia lanjut)
3. Perempuan yang sedang menstruasi
4. Hamil
5. Menyusui
6. Anak-anak yang belum dewasa
7. Orang yang berada dalam perjalanan (musafir)
8. Orang yang mengalami sakit ingatan (gila)
9. Orang yang dalam keadaan sakit
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template