Waduh, Kakek Ini Kepergok Hohohihi dengan Anak SD - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Waduh, Kakek Ini Kepergok Hohohihi dengan Anak SD

Waduh, Kakek Ini Kepergok Hohohihi dengan Anak SD

Written By Mang Raka on Jumat, 03 Juni 2016 | 19.23.00

TEMPURAN, RAKA - Syahwat memang tidak kenal usia. Bahkan jika sudah di ubun-ubun, tidak kenal lagi tempat dan umur korbannya. Seperti yang terjadi Kamis (2/6) pagi, seorang kakek berusia 55 tahun di Kecamatan Tempuran bernama Pangi, digerebek warga ketika tengah menggauli bocah kelas tiga sekolah dasar.

Namun Pangi yang dikenal sebagai bandar togel itu nyawanya masih selamat meski sempat menjadi bulan-bulanan warga yang geram dengan ulah bejatnya. Saat digerebek warga, pria beruban ini tertangkap basah tengah menggauli Wn, bocah berusia 12 tahun yang memiliki keterbelakangan mental.

Salah seorang saksi mata, Saji (30), warga Dusun Bengle, Desa Pancakarya menyebutkan, kelakuan cabul bandar togel tersebut terbongkar akibat kecurigaan anak-anak muda yang melihat pelaku bertamu ke rumah korban, namun tak kunjung keluar.

Selanjutnya, Saji dan beberapa anak muda lainnya berinisiatif masuk ke dalam rumah dan memeriksa setiap sudut ruangan. Kecurigaan tersebut ternyata benar. Dari salah satu kamar, mereka mendengar ada suara lenguhan yang mencurigakan. “Saat kami gerebek ke kamar, melihat pelaku (Pangi) sedang menyetubuhi korban," ujarnya.

Saat itu juga, pelaku langsung diamankan dalam keadaan tidak menggunakan celana. Selanjutnya, Pangi yang sempat beberapa kali menerima bogem mentah warga, itu diarak ke kantor Desa Pancakarya.

Saji menuturkan, saat penggerebekan, rumah korban dalam keadaan sepi. Sehingga pelaku bisa leluasa melancarkan kelakuan cabulnya. Parahnya, berdasarkan pengakuan pelaku kepada warga yang menggerebeknya, perbuatan ini sudah dilakukannya berulang-ulang. “Pelaku dengan korban merupakan satu dusun, namun beda RT,” jelasnya.

Saat dicabuli, bapak korban, Drk, sedang ngasag (mencari padi sisa panen) di sawah milik orang lain. Karena kesehariannya bekerja serabutan, dan merupakan keluarga tidak mampu. Sementara Srm, ibu korban, sudah meninggal sejak setahun yang lalu.

Kepala Desa Pancakarya Atta Sutisna Jilun mengatakan, pelaku yang sebelumnya diarak warga ke kantor desa langsung dibawanya ke kantor Polsek Tempuran karena khawatir amarah masyarakatnya tak terkendali. Perkiraannya betul, meski sudah dibawa ke kantor polisi, warga terus berdatangan. Hingga akhirnya dibawa ke kantor Polres Karawang. "Di desa membludak, di polsek juga tanpa kendali, ya dibawa saja ke polres untuk diproses di Unit PPA (Unit Perlindungan Perempuan dan Anak)," ungkapnya.

Jilun menambahkan, di hadapan polisi, Pangi mengaku telah lima kali menyetubuhi korban.
Orangtua korban, Drk, mengaku kaget atas kejadian yang menimpa anaknya. Dirinya berharap, pelaku dihukum yang seberat-beratnya sesuai undang-undang yang berlaku saat ini. Terlepas anaknya memiliki keterbatasan, aksi bejat kakek-kakek ini tidak bisa dibenarkan. "Saya hanya minta segera proses dan ganjar hukuman seberat-beratnya," harapnya.

Kapolsek Tempuran AKP Indamanik mengakui adanya peristiwa ini. Dikatakannya, pelaku semula dipergoki Saji dan Dasep. Kemudian, diarak warga ke kantor desa dan berakhir di kantornya. Kini, kasus tersebut diserahkan ke Polres Karawang. Berikut barang buktinya berupa celana dalam korban, bra, serta seprai. "Sudah diserahkan ke polres untuk penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya. (rud/ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template