Uchok: Anggaran Bocor, Peran Dewan Lemah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Uchok: Anggaran Bocor, Peran Dewan Lemah

Uchok: Anggaran Bocor, Peran Dewan Lemah

Written By Mang Raka on Kamis, 02 Juni 2016 | 18.42.00

KARAWANG, RAKA - Potensi kerugian negara akibat kebocoran anggaran di Karawang disebut-sebut masih cukup tinggi. Tak tanggung-tanggung, angkanya mencapai Rp 508,7 miliar pada tahun 2015.
"Untuk Karawang masih tinggi kebocoran asetnya, bayangkan saja untuk item jalan dan irigasi saja ada sekitar Rp 508,7 miliar kebocoran, karena fisik tidak ada, tetapi anggaran ada," ungkap Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi, pada acara diskusi yang digelar Sospols Institute di Warung Mang Beben, Komplek Masjid Al Jihad Karawang, Rabu (1/6) sore.
Dikatakannya, kebocoran aset di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang memang sangat tinggi. Untuk jalan dan irigasi saja jelasnya, hanya tahun 2015, belum tahun-tahun sebelumnya. "Ini jelas harus ada pengawasan yang ketat, jangan sampai kebocoran seperti ini terus berlangsung. Dimana anggaran ada, tapi fisik tidak ada," kata Uchok.
Ucok juga mengkritisi amburadulnya sitem pengelolaan keuangan menunjukkan Karawang masih jauh di bawah pemerintahan daerah lain dalam hal pengelolaan keuangan. "Jika pemerintah pusat menyetop pengucuran anggaran buat pemerintah Karawang, saya yakin untuk bayar gaji PNS saja pemerintah Karawang tidak mampu," terangnya.
Masyarakat kata Ucok, sudah saatnya memaksa pemerintah untuk menjalankan program yang berpihak kepada rakyat. "Bila perlu, anggota dewan diculik dan dipaksa untuk mau mengikuti maunya masyarakat. Karena pemerintahan yang saat ini banyak kebocoran tidak lain peran anggota dewan juga lemah," terangnya.
Sementara itu, terkait masalah ketenagakerjaan, praktisi dari dunia industri Budi Hermawan menyebutkan, Karawang membutuhkan blue print tentang ketenagakerjaan. Sehingga kebijakan yang diterapkan bukan berdasarkan rezim.
Sementara, peneliti dari Indobarometer Cecep Sopandi lebih mengkritisi peran pemerintah yang masih lemah dalam investasi sumber daya manusia, dimana saat ini investasi tasi Karawang lebih bertumpu pada investasi fisik. "Investasi pendidikan itu sangat penting, jika SDM yang ada sudah menjadi investasi, perda tenaga kerja tidak perlu ada," ungkapnya. (dri)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template