Uang Insentif Guru Ngaji Sering Picu Kecemburuan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Uang Insentif Guru Ngaji Sering Picu Kecemburuan

Uang Insentif Guru Ngaji Sering Picu Kecemburuan

Written By Mang Raka on Jumat, 17 Juni 2016 | 15.30.00

TELAGASARI, RAKA - Jumat (17/6) ini, ribuan guru ngaji sudah bisa mengambil insentif Rp 1,2 juta di kantor kecamatan yang sudah ditunjuk di beberapa wilayah. Namun, persoalan kuota guru ngaji yang terdaftar masih dikeluhkan, bahkan beberapa diantara guru ngaji yang sudah kaya dan anggota keluarganya bestatus PNS.
Pegawai Desa Talagasari Asep Hadian Yunus mengatakan besaran insentif guru ngaji masih tetap dari tahun ketahun, yaitu Rp 1,2 juta pertahun. Namun, yang masih menjadi persoalan adalah soal batasan kuota yang direalisasikan Pemkab. Bukan saja kurang, tapi juga masih ada yang belum tepat sasaran menurut kacamatan kelayakannya atau tidak.
Sebut saja di Desa Talagasari dengan jumlah penduduk yang hampir 10 ribu jiwa, kuotanya hanya dijatah 13 guru ngaji. Padahal di desanya lebih dari 25 guru ngaji terdaftar oleh desa, kalah dengan jumlah kuota yang ada di Desa Pasirmukti yang sebenarnya penduduknya lebih kecil. Memang terus Asep, jumlah guru ngaji diajukan dan disisir oleh desa, namun keputusan siapa saja yang terdaftar adalah urusan Kesra karena dijatah. "Soal kuota ini mah yang sering kurang teh ustadnya banyak, dijatahnya malah lebih kecil," ujar dia.
Asep menambahkan, bukan saja kuota, tapi kadang-kadang objek guru ngaji yang seharusnya ideal mendapatkan honor malah sering tidak tepat sasaran. Ada diantara mereka yang sebenarnya satu anggota keluarganya PNS dan memang orang terpandang serta kaya. Malah mereka juga masih dapat.
Sementara guru ngaji yang sederhana hidupnya, dan bukti mengajarnya juga sering disaksikan masyarakat, malah tidak kebagian. Kondisi ini yang menurutnya harus dibenahi, terlepas kaya dan tidak mampu seorang guru ngaji, tapi kalau kuotanya merata tidak akan menimbulkan gejolak. "Ada yang guru ngaji kaya raya dapat, yang pas-pasan gak terdaftar, lieur saya mah," kata dia.
Kades Tegalsari Kecamatan Cilamaya Wetan Nana Suryana mengaku pihak desa sudah mengeluarkan SK pembentukan Forum Silaturahmi guru ngaji. Hal ini dibentuk untuk mengantisipasi ketidakmerataan pembagian insentif yang selalu terjadi setiap tahun. Nantinya, berapapun kuota yang diberikan Pemkab, semuanya dikolektifkan terlebih dahulu, tinggal seterusnya dibagikan forum secara rata, baik yang terdaftar ataupun yang tidak.
Desa terus Nana, posisinya sudah menyerahkan sepenuhnya ke forum tersebut sehingga tidak bisa mengintervensi lebih jauh. "Kan banyak isu dipotong ini itu gara-gara kuota, nah di saya mah tahun ini urusan insentif dikelola oleh forum guru ngaji yang SK-nya sudah saya keluarkan untuk mengantisipasi hal itu," pungkas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template