Tuyul Beraksi di Mekarbuana - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tuyul Beraksi di Mekarbuana

Tuyul Beraksi di Mekarbuana

Written By Mang Raka on Rabu, 22 Juni 2016 | 13.00.00

*Kuras Celengan Warga

TEGALWARU, RAKA - Aroma mistis kembali menyelubungi warga di Kecamatan Tegalwaru. Sejak sebulan terakhir merebak kabar uang dalam celengan warga di Desa Mekarbuana raib secara gaib. Warga disana langsung berspekulasi itu kerjaan tuyul. Terlebih saat dipecahkan celengan dalam kondisi mulus tanpa kerusakan.

Perasaan kesal bercampur emosi tersirat dari wajah warga yang tengah berkumpul menceritakan perihal raib nya uang yang telah di tabungnya di dalam celengan  pribadinya. Bahkan tak jarang warga pun menyimpannya di tempat-tempat yang aman, akan tetapi tetap saja saat diperiksa uang yang ditabung beberapa lama hilang tidak jelas. Sementara celengan yang dimaksud tidak ada sedikitpun kerusakan, sehingga melahirkan opini mistis di kalangan warga.
Bahkan kekesalan warga memuncak setelah ternyata uang yang ditabung merupakan andalan menghadapi Hari Raya Idul Fitri. Sesumbar dan sumpah serapah pun terlontar. Hanya saja mereka kesulitan siapa dalang pengambilan uang yang ada di celengan. Dan yang terjadi di lingkungan RT 12/04 Kampung Cipeuteuy Lebak dan Kampungjati, Desa Mekarbuana sejauh ini mereka tidak bisa melaporkan kejadian tersebut karena kurangnya bukti yang ada. Cuma rumor mistis saja yang berkembang.
Seperti dialami Siti Muniroh (37), warga Kampung Cipeuteuy Lebak, dirinya sudah menabung selama satu tahun dan pertama nabung waktu ramadan 2015 lalu. Harapannya di ramadan sekarang uang tersebut bisa dipergunakan untuk keperluan Hari Raya Idul Fitri. "Saya heran kan celengan saya tidak rusak sedikit pun malah tidak ditemukan adanya goresan di celengan itu. Kalau uang itu diambil paksa pasti memperlihatkan tanda-tanda kerusakan, tetapi ini tidak," kata Siti.
Siti menuturkan, dia masih ingat hampir setiap hari memasukan ke celengan uang kertas dengan nilai Rp 10.000 dan Rp 20.000 minimal pecahan Rp 5000. Tapi setelah dibuka yang Rp 20.000 tidak ada. "Hitungan saya dalam satu tahun kalau dikumpulkan bisa mencapai Rp 1.000.000 bahkan lebih, ini cuma recehan Rp 500 dan Rp 1000 saja yang tersisa. Bener deh saya kapok nabung di celengan lagi," kesalnya.
Amalia (23) saksi mata saat dibuka celengan saudaranya itupun membenarkan, celengan yang ada tidak dalam keadaan tergores, rusak ataupun terlihat cacat. Bahkan merobek celengan pun disaksikan oleh anak-anaknya yang menaruh harapan besar pada celengan tersebut. "Memang ada rumor bahwa sudah banyak orang yang memiliki celengan mengalami hal serupa yaitu uang raib dan hilang tidak jelas. Warga disini berasumsi itu pekerjaan tuyul," tandasnya.
Sementar Yayang (49) dirinya sudah tidak lagi tertarik dengan menabung di celengan karena banyak sudah yang terjadi hilang dan raib tidak jelas bahkan sulit untuk membuktikannya. Akibat itu dirinya kesulitan jika akan melaporkan kehilangan ke kepolisian, karena data dan faktanya tidak menguatkan alibi pelaporannya. "Saya malah bisa ditertawakan karena melaporkan hal mistis kepada Kepolisian. Akan tetapi kan sekarang hal itupun dianggap kriminal dan saya juga pengen terbuktikan hingga bisa diketahui bahwa hal itu bisa juga dibawa ke ranah hukum, agar ada efek penjerat bagi yang benar melakukannya," pungkasnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template