Tutup Kegiatan Belajar Mengajar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tutup Kegiatan Belajar Mengajar

Tutup Kegiatan Belajar Mengajar

Written By Mang Raka on Sabtu, 04 Juni 2016 | 14.30.00

- Hari Ini TKA Al Arief Gelar Haflah Musahadah

JATISARI, RAKA- Memasuki penghujung kegiatan belajar mengajar (KBM) Yayasan Al Arief Indonesia yang menaungi Taman Kanak-kanak Al-Quran (TKA), Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) dan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) akan menggelar Haflah Musahadah. Kegiatan tersebut merupakan ajang evaluasi dan pementasan keterampilan para santri.
"Sesuai dengan tujuan yayasan, yaitu mendidik anak supaya mengenal Al Quran," ujar Ketua Yayasan Al Arief Indonesia, Hj Dra Titin Nurmala, MPd, kepada Radar Karawang, Jumat (3/6).
Lebih lanjut dia menyampaikan, selain mengenal Al Quran, peserta didik juga diharapkan bisa membaca Al Quran dengan baik, bisa menghafal, memahami, kemudian bisa mengamalkan. Bahkan saat memasuki dewasa kelak, santri didikan Yayasan Al Arief diharapkan bisa mengajarkan ilmu yang sudah dikuasai kepada orang lain. Tahapan demi tahapan harus dilalui oleh para santri, agar kelak bisa menjadi pribadi yang bisa bermanfaat bagi masyarakat. "Saat ini santri kami ada 124 orang, yang terdiri dari siswa TKA, TPQ dan DTA," paparnya.
Yayasan tersebut berdiri sejak tahun 1994, melalui organisasi Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) dan Hj Titin sebagai pelaku sejarah sekaligus pemprakarsanya. Adapun pendidikan atau materi yang diajarkan kepada para santri adalah yang berkaitan dengan Al Quran, kemudian pelajaran-pelajaran keagamaan seperti aqidah akhlak, fikih syariah, sejarah Islam dan ditambah pelajaran umumnya bahasa Inggris serta sempoa atau menghitung cepat. "Untuk santrinya usia 4 sampai 7 itu santri TKA, TPQ usia 7 sampai 9 tahun, DTA 9 sampai 12 tahun. Tenaga pengajarnya lulusan perguruan tinggi dan pesantren," ujarnya.
Dia berharap, santri Al Arief bisa menjadi santri yang siap menghadapi tantangan zaman. Terlebih kondisi hari ini cukup memprihatinkan, terutama pergaulan anak muda. Dengan bekal pengetahuan agama yang cukup, maka tentunya akan menjadi benteng bagi para santri. "Kalau melihat kondisi sosial masyarakat saat ini. Terutama pergaulan remaja dan anak muda cukup memprihatinkan. Oleh karenanya, generasi penerus bangsa harus dibekali dengan pengetahuan agama yang cukup," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template