Tradisi Munggahan, Banting Harga Gabah Demi Daging - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tradisi Munggahan, Banting Harga Gabah Demi Daging

Tradisi Munggahan, Banting Harga Gabah Demi Daging

Written By Mang Raka on Senin, 06 Juni 2016 | 12.30.00

TEGALWARU,RAKA - Penjual daging, baik daging sapi maupun ayam, laris manis, meski dijual dengan harga mahal. Masyarakat membeli kebutuhan itu sebagai pelengkap Munggahan menyambut sahur pertama.

Memang sudah menjadi kebiasaan warga Karawang Selatan khususnya warga Tegalwaru, makan daging sapi dan ayam masuki awal di bulan puasa. Sudah menjadi kebiasaan mereka, walaupun dengan susah payah mendapatkannya wajibkan pembukaan ramadan di awal hari memulai puasa memakan daging. Bahkan cerita unik pun datang dari  warga, untuk bisa membeli daging, mereka bahkan rela menunda membeli hal-hal yang penting, asalkan bisa makan daging di awal hari puasa. Dan mereka bisa merayakan awal puasa dengan sanak famili juga handai taulan.
Demikian dipaparkan Diah (42), warga setempat, kemarin, baginya, lebih baik beli daging di banding beli keperluan yang lain karena seperti sakral di setiap awal puasa atau biasmunggah,Kepenting. Kepentingan yang lain bisa menyusul di hari-hari berikutnya. Kadang ada anggaran yang seharusnya bisa membayar hutang pun diurungkan terlebih dahulu asal bisa membeli daging. "Bayar hutang kan bisa menyusul dilain hari asal kan bisa beli daging dululah. Gampang hutang mah nanti aja, kan ga enak sama anak-anak awal-awal puasa kok ga ada daging. Biasanya kan saat kumpul memulai sahur pertama kami biasa makan semur daging sama ketan uli. Jadi puasanya bisa semangat," akunya.
Demikian  Nurdin (54), dirinya bahkan rela menjual gabah padi nya untuk kebutuhan membeli daging. Saat ini gabah padi yang seharusnya bisa di jual di minggu depan akan tetapi karena kebutuhan mendesak masuki awal puasa maka gabah pun di jual demi beli daging. "Enggak apa-apa lah toh nanti pun memang akan di jual kok bulan depan.  Kami dahului saja sekarang supaya saat sahur awal semangat anak-anak untuk memulai puasa, dan ritual beli daging itu biasa nya awal puasa dan masuki lebaran.  Kebiasaan kami dan warga yang lainnya juga kok," ujarnya.
Sementlain Didin (49), warga Kampung Cijati Desa Mekarbuana, diri dan keluarga nya tidak menyukai daging, dirinya malah lebih memilih membeli sayur-sayuran ketimbang daging. Bahkan keluarga nya pun tidak terlalu sibuk dengan keinginan membeli daging, selain tidak suka juga malah membuat pengeluarannya menjadi lebih hemat.
"Kami sekeluarga tidak terlalu suka makan daging jadi ah cuek aja, dan juga menghemat anggaran awal puasa kami juga. Dan saya lebih menyukai makan sayur - sayuran dalam mengawali puasa nanti. sekarang mah yang penting mah puasa saja dulu," katanya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template