Tidak Bayar THR Izin Usaha Bisa Dicabut - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tidak Bayar THR Izin Usaha Bisa Dicabut

Tidak Bayar THR Izin Usaha Bisa Dicabut

Written By Mang Raka on Jumat, 10 Juni 2016 | 12.00.00

*THR Paling Lambat H-7 Lebaran

KARAWANG, RAKA - Perusahaan yang tidak membayar Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawannya bisa dicabut izinnya mempekerjakan tenaga kerja asing, bahkan hingga yang terparah dicabut izin usahanya, selain membayar denda.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kerja dan Transmigrasi, Ahmad Suroto, kemarin. Dia ditanya perihal tunjangan hari raya yang diterima buruh sebagai implementasi peraturan yang dikeluarkan pemerintah terhadap perusahaan. Sementara sanksi bagi perusahaan yang telat membayarkan THR, Suroto mengatakan sanksi berbeda dengan yang tidak membayarkan THR.
"Denda 5 persen akan dikenakan bagi perusahaan yang telat membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR)," katanya. Suroto sendiri mengatakan itu ketika kunjungan kerjanya ke PT Fuji Technicia Indonesia, di Kawasan International Industrial City (KIIC). Di perusahaan itu Suroto bukan saja mensosialisasikan mengenai Tunjangan Hari Raya yang wajib dikeluarkan perusahaan tetapi juga tanggal pembayaran paling lambatnya.
Menurut Suroto, denda 5 persen bagi perusahaan ini, tidak masuk ke negara tetapi langsung diberikan kepada yang buruh bersangkutan sebagai konsekuensi yang harus diterima perusahaan. "Jadi dendanya tidak masuk ke pemerintah, tetapi bisa dinikmati buruh atau pegawai yang THR nya telat atau tidak dibayarkan," kata Suroto ditanya apakah denda itu nantinya masuk ke negara.
Ditambahkan Suroto, konsekuensi itu demi kesejahteraan buruh, atau pegawai dan pemerintah sebagai penyelenggara kebijakan harus menjamin soal itu. "Kasian, masa tidak mendapat THR dari perusahaan tempat mereka bekerja," katanya.
Suroto juga menyatakan, hal tersebut tentunya didukung juga oleh Peraturan Menteri No 6 Tahun 2016, tentang pembagian THR tersebut. "Tapi kami tambahkan aturan yang kami buat agar perusahaan mempertimbangkan hak buruh," kata Suroto.
Pembagian THR ini kata dia, paling lambat dibayarkan pada H-7 Lebaran. "Jadi sebaiknya perusahaan jauh-jauh hari sudah mempersiapkan dana untuk THR ini, dan kalau bisa lebih cepat kenapa tidak," katanya.
Terkait mudik, Suroto juga meminta kepada semua perusahaan di Kabupaten Karawang, untuk memberikan mudik gratis bagi para buruhnya, untuk mengurangi kemacetan.
"Jadi kami imbau kepada para perusahaan, membantu juga, karena banyak juga para pegawainya yang ada  yang berada dari luar Karawang," katanya, seraya berharap perusahaan-perusahaan bisa mempersiapkan terlebih dahulu sejak dini, untuk memfasilitasi mudik para karyawannya.(ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template