Tes Narkoba Siswa Baru Terancam Gagal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tes Narkoba Siswa Baru Terancam Gagal

Tes Narkoba Siswa Baru Terancam Gagal

Written By Mang Raka on Sabtu, 25 Juni 2016 | 14.30.00

-Eksekutor dan Biaya Tes Bikin Bingung

TEMPURAN, RAKA - Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMA sudah ditutup Sabtu (25/6) ini. Namun, gangguan aplikasi server hingga inkonsistensi kuota, jadwal pengumuman hingga tes narkoba membuat PPDB tahun ini dianggap paling buruk dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, akibat inkonsistensi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), beberapa siswa menjadi korban. Tidak itu saja, munculnya SMA siluman tanpa bangunan juga masih saja terjadi dalam PPDB Online tahun ini.
Di SMAN 1 Tempuran misalnya, dikatakan operator PPDB Online nya, Didin banyak kendala yang membuatnya kebingungan. Terlepas alasan teknis ataupun lainnya, yang jelas aplikasi komputerisasi memunculkan inkonsistensi Peraturan Bupati (Perbup) soal PPDB. Misalnya saja, dalam jadwal rayonisasi, aturan main yang tidak diterima di rayon, otomatis langsung ke jalur 4 yaitu akademik.
Ternyata, pengumuman rayonisasi dalam alasan server yang sebelumnya tanggal 21 pukul 16.00 sore, mundur sehari menjadi tanggal 22 pada pukul 09.00 pagi. Jangankan sehari, jadwal mundur 10 menit saja berdampak pada siswa yang sebenarnya sudah diterima dijalur ini. Wal hasil, akibat kemunduran di luar jadwal sebelumnya itu, ada satu siswa yang sebelumnya sudah diterima jadi terdelete, karena dikira sudah selesai. Tidak cukup sampai disitu, ternyata kuota yang sudah diplot dalam perbup juga justru berubah. Misalnya, kuota SMAN 1 Tempuran yang sebelumnya 7 orang, tiba-tiba dirubah oleh dinas jadi bertambah, kemudian kembali lagi berkurang. Hal ini diakui Didin membuat bingung. "Tidak konsisten perubahan di saat pelaksanaan itu bisa merugikan pendaftar," tandas dia.
Senada dikatakan Wakasek SMAN 1 Tempuran, Asep Herman sempat usulkan rayonisasi bisa lebih dekat dengan sekolah. Namun tahun ini tetap sama saj, karena 3 kecamatan yang menjadi rayonnya adalah Tempuran, Cilamaya Kulon dan Cilamaya Wetan. Justru ia berharap, Cilamaya Wetan tidak dimasukan karena sudah memiliki SMA. Dia justru meminta Kecamatan Cilebar lah yang rayon Tempuran karena jarak yang berdekatan.
Bahkan, ada beberapa desa di Cilebar yang dulu desanya masuk Tempuran seperti Tanjungsari dan Mekarpohaci.
Selain itu tambah Herman, dalam Perbup, siswa pendaftar ada klausul diwajibkan tes narkoba. Namun sejauh ini pihaknya bingung, kapan pelaksanaan tes yang diwajibkan itu. Lalu siapa yang melakukan pengetesan. Karena,jika tes itu diakomodasi sekolah, dari mana biayanya, karena tes narkoba itu butuh biaya tidak sedikit. "Soal tes Narkoba kita belum tahu, begitupun dengan rayonisasi yang kami rasakan belum cukup puas," tandas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template