Tersangka Posyandu Meninggal di Penjara - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tersangka Posyandu Meninggal di Penjara

Tersangka Posyandu Meninggal di Penjara

Written By Mang Raka on Senin, 20 Juni 2016 | 19.25.00

KARAWANG, RAKA - Kasus dugaan korupsi pembangunan posyandu mulai buram. Setidaknya aparat hukum sudah tidak bisa lagi menggali informasi berapa uang negara yang diduga dikorupsi oleh Amsir Supriatna, dan siapa saja yang menerima aliran dana tersebut. Karena yang bersangkutan meninggal dunia dalam tahanan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung.
Kabar duka itu dibenarkan oleh Sekretaris Daerah Karawang Teddy Rusfendi. "Iya kita dapat kabar. Tapi terkait meninggalnya kenapa belum tahu," ungkap Teddy di sela pelepasan tenaga kerja kepada Radar Karawang, Sabtu (18/6).
Ia melanjutkan, kematian Amsir yang berstatus PNS di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), jangan terlalu dibesar-besarkan bahkan menyudutkan. "Kasihan keluarga (yang ditinggalkan almarhum). Selama ini mereka sudah tertekan dengan kasus posyandu ini. Jangan sampai kematiannya juga disudutkan, kasian mereka," pinta Teddy.
Ditanya sejauh mana Pemerintah Kabupaten Karawang membantu Amsir selama menjadi tersangka korupsi posyandu, Sekda mengatakan pemerintah tidak ikut campur. Karena perbuatan korupsi itu menjadi urusan pribadinya. "Kita tidak boleh ikut campur. Sesuai aturan pemerintah tidak boleh memberikan pembelaan terkait kasus korupsi PNS," terangnya.
Kabar tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Karawang M. Arifin. Menurutnya, Amsir meninggal karena penyakit yang dideritanya. “Iya (meninggal) kemarin,” kata Arifin kepada wartawan.
Diketahui, Amsir yang berperan sebagai bendahara pengeluaran ditahan bersama Mamat Rohimat selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek posyandu, Jumat (20/5). Keduanya ditahan karena berkas pemeriksaan dianggap sudah lengkap. Keduanya juga dianggap melakukan perbuatan melawan hukum, terkait proyek posyandu senilai Rp 3 miliar.
Kasus tersebut mulai digarap Kejari Karawang sejak 6 bulan lalu. Puluhan kepala desa dan camat serta panitia pembangunan proyek posyandu, sudah beberapa kali diperiksa penyidik kejaksaan. Kades dan camat diperiksa karena proyek posyandu berlokasi di desa masing-masing, yang mendapatkan bantuan pemerintah. Proyek senilai Rp 3 miliar ini diperuntukan bagi 90 posyandu yang ada di Karawang. Selain bangunan fisik, proyek ini juga untuk pengadaan sarana dan prasarana posyandu, seperti timbangan bayi serta tempat tidur. Masing-masing posyandu menerima bantuan sebesar Rp 30 juta untuk pembangunan fisik, atau sarana dan prasarana posyandu. Dugaan korupsi pembangunan atau pengadaan posyandu mulai terendus kejaksaan, setelah panitia proyek memecah proyek senilai Rp 3 miliar dikerjakan oleh 8 rekanan. Dugaan sementara ada sejumlah kegiatan fiktif dan sebagian lagi dikerjakan, tapi tidak sesuai prosedur. Sedikitnya ada 40 posyandu penerima bantuan yang diduga bermasalah. (dri/psn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template