Tega, Ibu Siksa Anak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Tega, Ibu Siksa Anak

Tega, Ibu Siksa Anak

Written By Mang Raka on Rabu, 15 Juni 2016 | 18.36.00

- Gara-gara Uang Hasil Berdagang Hilang

PURWAKARTA, RAKA - Tega, mungkin itulah kata yang menggambarkan perlakuan Dedeh (29) terhadap anaknya Sarah Amelia (7). Dedeh tanpa belas kasihan melempari Sarah dengan tas dari besi hingga mukanya lebam. Dedeh mengaku kesal, karena uang hasil berjualan kolak oleh Sarah selalu hilang sementara dagangannya habis.
Perlakuan Dedeh terhadap Sarah ini, sempat menghebohkan dunia maya melalui postingan facebook. Bahkan informasi ini juga sampai ke telinga Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Ingin tahu lebih jelas persoalan ini, Dedi pun mengundang Sarah beserta orangtuanya ke rumah dinasnya di Jalan Gandanegara No 25 Purwakarta, Selasa (14/6). Siswa kelas 1 Sekolah Dasar ini tampak kikuk saat ditanya kabar oleh orang nomor satu di Purwakarta ini. "Sarah sehat?," tanya Dedi kepada Sarah saat tiba di rumah dinasnya.
Dengan geram Dedi langsung mengalihkan pandangannya kepada ibu Sarah, Dedeh. Dia memberondong perempuan beranak empat tersebut dengan pertanyaan. "Kenapa ibu siksa anak ibu?, Gak kasihan? Kalau anak ibu trauma siapa yang mau tanggung jawab? Anak Ibu banyak kenapa tidak ikut KB? Akibatnya kan begini. Ibu kesulitan ekonomi lalu gelap mata dan memukuli anak ibu sendiri," tanya Dedi.
Terbata-bata Dedeh menjawab pertanyaan Dedi Mulyadi. Ia mengatakan hal yang dia lakukan tidak bermaksud menyiksa, melainkan ungkapan kekesalan kepada Sarah yang sering menghilangkan uang hasil dagang. "Saya kesal pak, dagangan habis tapi uangnya tidak ada. Saya lempar Sarah memakai tas tetapi malah kena kancing tas yang terbuat dari besi, makanya lebam Pak," jawab Dedeh.
Dedi segera menasehati Dedeh dengan mengatakan bahwa hal yang dia lakukan adalah kekeliruan yang besar dan tidak mencerminkan sikap seorang ibu. Ia tidak segan melaporkan Dedeh ke kantor polisi jika perbuatan biadab tersebut kembali terulang. "Ibu harus berhenti menyiksa anak ibu, kalau terus berlanjut saya laporkan ibu ke polisi. Supaya ibu tidak pusing urusan ekonomi, ini ada Rp 10 juta untuk modal usaha," kata Dedi.
Bantuan Dedi tersebut bukan tanpa syarat, Dedeh diminta oleh Dedi agar berhenti menyiksa Sarah dan mengikuti program Keluarga Berencana (KB), baru kemudian uang tersebut dapat dia manfaatkan untuk modal usaha. "Nanti kepala desa akan mengawasi ibu, apakah ibu masih menyiksa Sarah atau tidak. Kemudian ibu ikut KB atau tidak, baru uang ini bisa diambil," pungkasnya.
Setelah menyanggupi, kemudian Sarah dan orang tuanya kembali pulang dengan membawa modal untuk usaha dan bisa kembali melanjutkan sekolahnya. (awk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template