Sungai Cikumpeni Meluap - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sungai Cikumpeni Meluap

Sungai Cikumpeni Meluap

Written By Mang Raka on Rabu, 22 Juni 2016 | 13.00.00

TEGALWARU, RAKA - Diguyur hujan selama empat jam terus menerus,  Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikumpeni yang melintasi Kampung Cipeuteuy Tonggoh, Desa Cintalaksana meluap, Selasa (21/6). Meski airnya belum melimpas ke pemukiman namun akibat tingginya debit air menggerus bantaran sungai.

Informasi yang dihimpun RAKA, hujan deras yang mengguyur sekitaran Kecamatan Tegalwaru, lusa malam, selama berjam-jam jam membuat beberapa anak sungai mengalami peluapan. Seperti hal nya yang terjadi di Sungai Cikumpeni, sekitar pukul 21.00 WIB, luapan air sungai mengalami peningkatan debit hingga 20 cm  dari permukaan sungai sedalam 1 meter. Sementara sejumlah paralon pipa air pun banyak yang terseret arus air dan bantaran sungai pun tergerus.
Untungnya diatas tanah tidak berdiri rumah warga dan kebanyakan hanya areal pertanian dan palawija. Namun warga tetap merasa khawatir karena fasilitas air bersih yaitu pipa terbawa arus air sungai. Seperti dikatakan Akim (44), intensitas hujan memang  tinggi dari jam Setengah tujuh malam dan puncaknya pukul 20.00 WIB.  Saking derasnya debit air yang mengalir hingga menciptakan air bah.
Bahkan sejumlah warga mengaku mendengar arus airnya dengan suara bergemuruh dan menyeret pipa pipa air milik warga. "Warga semula khawatir takut menggerus bantaran sungai dan menyeret rumah rumah warga yang berada diatasnya. Tetapi Alhamdulillah itu tidak terjadi," akui Abuh, warga bantaran sungai. Untungnya, lanjut Abuh  bantarannya  sudah dipasang turap dan beronjong batu sehingga keadaan jadi aman.
Hanya saja lanjut Abuh warga kini mengkhawatirkan pasokan air yang biasanya dialitkqn melalui pipa pipa air yang membentang di aliran sungai. "Cuma saja ada jalur pipa yang melintas di atas sungai dan di pinggiran sungai, beberapa batang pipa terbawa. Sehingga menghentikan pasokan air bersih yang mengaliri rumah - rumah warga," ucapnya.
Masih dikatakannya memang belum semua pipa di lem penguat, karenanya rencananya secepatnya pipa pipa itu akan dirapikan. Sehingga bisa dimanfaatkan kembali untuk mengalirkan air ke rumah warga. "Secepatnya  kami akan melakukan perbaikan agar aman," kata Abuh.
Ditambahkan Abuh, pipa yang terbawa arus deras air sungai Cikumpeni diperkirakan sekitar 20 batang pipa. Sementara saat ini efek dari derasnya hujan itu tidak berpengaruh tergerusnya tanah perumahan milik warga. Akan bisa berabe sekali jika itu terjadi, antisipasi yang sudah di pasang di rumah-rumah warga memang sangat bermanfaat keberadaannya.
Di tempat terpisah, menurut Uzi (49), pemilik kebun yang dekat dengan bantaran sungai Cikumpeni pun menegaskan bahwa deras sungai memang membuat beberapa tanaman palawija nya yang dekat dengan bantaran sungai tergerus oleh deras air hujan. Diperkirakan sekitar 30 pohon sereh yang sudah ditanam selama 6 bulan lalu terbawa arus sungai.
"Tanaman sereh  yang abis. Kejadian meluap sungai Cikunpeni ini hanya terjadi lima tahun sekali dan sekarang terjadi. Memang bantaran tanah tidak ada penahan tanah dan kondisi tanah gembur hingga akibatnya air sungai dengan mudah nya menggerus nya hingga terseret. Kalau dihitung kerugian kalau satu dapuran pohon sereh dihargai Rp 70.000 dikalikan  30 dapuran jadi sekitar Rp 2,1 jutaan," ucapnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template