Soal Larangan Sirine, Polisi Diminta Gelar Razia - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Soal Larangan Sirine, Polisi Diminta Gelar Razia

Soal Larangan Sirine, Polisi Diminta Gelar Razia

Written By Mang Raka on Kamis, 02 Juni 2016 | 11.30.00

KARAWANG, RAKA - Pengemudi kendaraan pribadi diingatkan agar tidak menggunakan rotator dan sirine sebagai aksesoris kendaraannya. Bagi yang melanggar penggunaannya akan ditilang dan polisi akan memerintahkan pembongkaran benda tersebut.

"Rotator dan sirine itu peruntukannya untuk kendaraan petugas, seperti polisi, Dishub, ambulans, TNI dan aparat penegak hukum lainnya," jelas Kasat Lantas Polres Karawang AKP Rendy Setia Permana, kemarin. dia menyebutkan pelarangan penggunaan rotator dan sirine  telah dikeluarkan Kapolda Jabar melalui relegram  nomor ST/993/V/2016, tertanggal (27/5). Pengemudi yang melanggar ketentuan tersebut dapat dikenakan tilang sesuai Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan No 22 Tahun 2009.
Selain itu Rendy juga menambahkan, ketentuan rotator dan sirine telah diatur dalam UU No 22 Tahun 2009 padal 59 ayat (5) tentang penggunaan lampu isyarat dan sirine sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). Peraturan itu menyatakan, lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk mobil petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia, lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk mobil tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, dan jenazah dan lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk mobil patroli jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan, dan angkutan barang khusus.
Pengendara yang melanggar ketentuan tersebut dapat dikenakan ketentuan pidana sesuai dengan Pasal 287 Ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009. "Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi Kendaraan yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Pasal 106 ayat (4) huruf f, atau Pasal 134 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Dua ratus lima puluh ribu rupiah)," paparnya.
Sementara itu, KBO Satlantas Polres Karawang, Iptu Siti Barkah menegaskan, pelarangan penggunaan sirine dan rotator untuk kendaraan tersebut sudah diatur dalam Undang-undang, selain itu pihaknya juga akan melakukan tindakan tegas, baik dilakukan penilangan sekaligus rotator dan sirine yang terpasanga akan dicopot. "Ini berlaku untuk semua warga Karawang, untuk tidak menggunakan lampu isyarat (rotator) dan sirine apabila bukan kendaraan yang sesuai dengan peruntukannya. Jika mendapati saat dijalan, untuk sirine dan rotatornya akan kita copot dan pengemudinya kita tilang dengan Pasal 287 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," tandasnya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template