SMAN 1 Klari Dituding Terima Siswa Titipan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » SMAN 1 Klari Dituding Terima Siswa Titipan

SMAN 1 Klari Dituding Terima Siswa Titipan

Written By Mang Raka on Rabu, 22 Juni 2016 | 16.30.00

*Yunus Anis: Kalau Ada Siswa  Titipan Akan Kita Laporkan

KLARI, RAKA - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) online dinilai belum mampu menyelesaikan masalah pendidikan di Kabupaten Karawang. Meskipun PPDB online digadang-gadang bersifat transparan dan akuntabel, tapi nyatanya PPDB online tetap rawan terjadi kecurangan karena masih banyak yang bermain terhadap sistem penerimaan siswa baru ini.

Seperti di Sekolah SMAN 1 Klari, misalnya, sejumlah oknum aparatur desa di Kecamatan Klari diduga bermain praktek titip menitip siswa dalam pelaksanaan PPDB online tahun ini. Berdasarkan penelusuran RAKA dilapangan, puluhan warga silih berganti mendatangi salah satu desa di kecamatan klari dengan menitipkan ijazah anaknya kepada aparatur desa, dengan berharap akan diakomodir oleh pihak desa dalam pelaksanaan PPDB online di SMAN 1 Klari.
Sementara itu, salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dirinya mendatangi kantor desa dengan tujuan untuk menitipkan anaknya kepada aparatur desa agar lulus pada PPDB online di sekolah SMAN 1 Klari. Pasalnya, dirinya tidak menjamin anaknya bisa lulus dengan nilai seadanya. “Saya datang ke desa untuk minta tolong agar kepala desa membantu warganya supaya lolos di SMAN 1 Klari. Apalagi sekolah itukan berdomisili di desa ini, masa tidak ada yang lolos,” ujarnya kepada Radar Karawang, Selasa (21/6).
Lebih jauh dirinya menambahkan, PPDB online tetap rawan terjadi kecurangan karena masih banyak masyarakat atau orang tua yang belum terlalu paham terhadap sistem penerimaan siswa baru ini. Hal itu dikarenakan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, ditambah lagi cara mendaftarkan sekolah melalui sistem PPDB Online yang belum begitu paham. “Sebagai orangtua tentu tidak paham akan mekanisme PPDB online, sehingga berharap pihak desa dapat membantu warganya yang sedang membutuhkan pertolongan. Jangan sampai anak warganya bisa putus sekolah akibat tidak lulus PPDB online,” paparnya.
Sementara, Kepala sekolah SMAN 1 Klari, Yunus Anis menepis adanya rumor oknum aparatur desa di Kecamatan Klari yang bermain praktek titip menitip siswa dalam pelaksanaan PPDB online tahun ini. Semua pihak harus sadar bahwa PPDB harus dilakukan secara transparan untuk meningkatkan keadilan mutu pendidikan berikut kulitasnya, sehingga bermuara pada pembangunan di Karawang. Dunia pendidikan secara teknis proses awalnya adalah dari PPDB. Jika PPDB di awal amburadul, maka ke depan akan dirasa sulit. Apalagi keunggulan PPDB online ini semua orang bisa melihat, mengakses serta bisa mengawasi. “Tidak ada tuh titip menitip baik dari desa maupun dari internal sekolah sendiri. Saya jamin tidak ada yang begituan. Jika ada yang begituan kita akan laporkan kepada penegak hukum agar segera di proses,” katanya.
Masih dikatakan Yunus, saat ada pengumuman kelulusan, jumlah peserta lulus akan terdeteksi, sehingga kuota untuk rombel di setiap kelas diinput oleh Disdikpora Karawang. Karena prinsipnya passing grade diatur oleh sistem mesin dan diolah. Untuk itu, masyarakat seharusnya mengikuti aturan yang akan mengubah tatanan pendidikan karena pihak sekolah harus merujuk pada pakta integritas. Karena esensi dari PPDB online saat ini untuk menghindarkan siswa-siswa titipan. "Sekolah SMAN 1 Klari dengan menargetkan 10 rombel, dan tak ada lagi penambahan rombel. Saya juga menghimbau panitia untuk melakukan PPDB secara baik dan tanggungjawab tanpa ada kecurangan," pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template