Sistem Elitis Bisa Cegah Keserakahan Sekolah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sistem Elitis Bisa Cegah Keserakahan Sekolah

Sistem Elitis Bisa Cegah Keserakahan Sekolah

Written By Mang Raka on Jumat, 24 Juni 2016 | 16.00.00

TEMPURAN, RAKA- Terus bertambahnya kuota yang dimiliki SMA/SMK Negeri di wilayah kota dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) setiap tahun, membuat SMA di daerah gerah. Istilah kelas
akselerasi dan kelas unggulan dianggap sebagai modus penambahan kelas untuk menampung siswa titipan oknum LSM dan oknum Wartawan.
Dikatakan Kepala SMAN 1 Tempuran, Drs Dudi Mulyadi meminta agar tahun-tahun mendatang, pemkab menyadarkan orangtua atau siswa yang berambisi sekolah di kota. Karena bukan lagi rahasia umum, ada masyarakat atau orangtua yang sering membayar uang muka kepada oknum tertentu agar anak mereka diterima di sekolah idaman.
Jika ini dibiarkan, PPDB online akan selalu jadi ajang permainan. Dinas Pendidikan pun terpaksa membuka kelas akselerasi dan kelas unggulan untuk memenuhi hasrat mereka. Gaya-gaya seperti ini, kata dia, justru menjadi bukti keserakahan SMA/SMK Negeri di perkotaan. "Sekolah di kota janganlah ada lagi kelas-kelas akselerasi atau unggulan, masa sekolah favorit masih mengejar kuantitas," tandas dia.
Lebih jauh Dudi menyarankan agar sekolah favorit tidak mengejar jumlah dan fokus pada peningkatan kualitas. Agar kelak sekolah ini bisa menjadi barometer kualifikasi sekolah. Buat apa, sambung dia, ada akreditasi sangat baik, jika tidak ada pengetatan aturan seleksi masuk di kota.
Dirinya heran, mengapa setiap pergantian bupati, penerapan sistem elitisme ini tidak pernah diberlakukan. Malah justru SMA/SMK kota bertambah terus. Orangtua pun akan berpikir jika pemkab membentuk sekolah untuk anak-anak cerdas, karena orangtua akan sadar diri dengan kemampuan anaknya. "Berlakukan saja sistem elitisme sekolah seperti di Bandung, sehingga rayonisasi ini berjalan proporsional dan orangtua akan berpikir dua kali memasukan anaknya ke sekolah favorit di kota," ungkapnya.
Sebut saja ITB dan Unpad, tidak bisa disamakan, karena ITB itu menerapkan elitisme dan hanya orang-orang berkualitas yang kuliah di kampus tersebut. Sehingga, anak lulusan SMA tidak akan sembarang masuk ITB tanpa modal kualitas dan kompetensi yang baik. Meskipun pendidikan merupakan hak warga negara dimanapun, tapi sistem ini mengatur agar sekolah favorit tidak serakah menampung siswa. "Orang berpikir dua kali masuk ITB, dibanding kampus lain. Karena di sana elitisme komperhensif diberlakukan, kampus itu tidak bicara kuantitas, tapi nyata-nyata kualitas," tandas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template