Simpan Serpihan Marmer di Raudhah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Simpan Serpihan Marmer di Raudhah

Simpan Serpihan Marmer di Raudhah

Written By Mang Raka on Selasa, 28 Juni 2016 | 17.40.00

-Dua Gigi Ade Copot Usai Gigit Plastik

Tahun 2013 lalu tepatnya tanggal 1 Februari, pedagang pasar Cilamaya yang juga Dewan Keluarga Masjid (DKM) Kambang Al Husaeni, H Ade Abdurahman menunaikan umroh. Meski sempat terancam gagal karena visa yang dibuat belum diberesi sempurna, namun melalui KBIH Al Aqso Travel Jakarta, dirinya bersama istri dan adiknya terbang ke Tanah Suci.
Sebelum menuju Mekkah, rombongan satu pesawat itu tiba di Madinah setelah perjalanan transit dari Thailand. Di Madinah, Ade sudah mengalami hal-hal yang menurutnya aneh. Meski sekujur tubuhnya merinding bercampur haru, bahagia dan bangga bisa menginjakan kaki di Masjid Nabawi tepatnya di Raudhoh. Dirinya mendapati balasan kontan. Saat itu, sebut Ade, dirinya berdoa disamping makam Rasulullah SAW, tepatnya di mimbar tempat Nabi Muhammad berkhotbah. Karena kebetulan saat itu dirinya berdoa tepat ditanggal lahir dan wafatnya nabi, tanggal 12 Rabiul Awwal.
Saat sedang khusyuk memohon kelancaran pembangunan Masjid Kambang Al Husaeni di Desa Cilamaya, tiba-tiba ada serpihan batu marmer dari bangunan jatuh di atas kepalanya, sampai menggelinding di atas tas yang dibawanya. Tanpa pikir panjang, dirinya memasukan marmer tersebut ke tas. Terbesit keinginan membawanya ke tanah air.  Berselang beberapa jam saat tiba makan malam, 2 giginya yang masih kokoh mendadak copot dua-duanya, setelah menggigit plastik berisi kurma. Meski tidak dirasakan sakit berlebihan, Ade merasa aneh kenapa giginya sampai copot padahal hanya menggigit plastik.
Mendadak sang adik memaki-makinya, dan mempertanyakan dosa yang sudah diperbuat Ade sampai Allah SWT mencopot dua giginya. Saat itu dirinya langsung ingat bahwa ada batu marmer keras di Raudhah, yang dimasukan ke tas dengan maksud akan dibawa ke tanah air. Batu itu lalu diperlihatkan ke sanak keluarga. "Batu marmer yang saya simpan langsung dikembalikan ke tempat semula," ujarnya kepada Radar Karawang, Senin (27/6) kemarin.
Ia melanjutkan, setelah di Mekkah, dirinya langsung kepayahan saat melihat Kakbah. Saking haru, tangisannya tersedu-sedu. Dirinya lari ingin memegang Kakbah yang selama ini menjadi kiblat kaum muslimin. Sampai-sampai sorbannya ia tempel lama di Kiswah bangunan Kakbah. Disana rasa haru tidak bisa dibendungnya. Hingga ia menyempurnakan semua tawaf di Kakbah, dirinya sebut Ade ingin sampai ke Hajar Aswad justru kesulitan. Bahkan saat tawaf sekalipun, lalu lalang orang-orang Arab yang menyeberang kiri dan kanan begitu tidak disiplin, dan mengganggu ke khusyukan tawaf. "Saya pegang sorban, tembus dan lari memeluk Kakbah begitu lancar. Sampai salah tingkah mencari keberkahan, saya tempel lama sorban dengan Kiswah Kakbah," ungkapnya.
Jelang tawaf wada, lanjut Ade, saat ke Jabal Rahmah, dirinya terus berdoa khusyuk untuk keluarga dan bangunan masjid di desanya, yang selama ini belum selesai diperbaiki. Sampai-sampai, di bukit tertinggi Jabal Rahmah, dirinya yang membawa proposal pembangunan Masjid Kambang Husaeni ini, sengaja menyimpannya di atas bebatuan yang perwujudannya ia titipkan di tanah suci ini. Alhasil, saat tiba di tanah air, kurang dari setahun, rizki dan kelancaran pembangunan dirasakannya. Mulai banyak dermawan yang memudahkan pembangunan. "Masjid di atas empang itu sudah berdiri kokoh," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template