Sekolah Pertanian Karawang Kalah Saing - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sekolah Pertanian Karawang Kalah Saing

Sekolah Pertanian Karawang Kalah Saing

Written By Mang Raka on Kamis, 16 Juni 2016 | 12.30.00

TELAGASARI, RAKA - Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) milik Kementerian Pertanian sudah dimerger 2 tahun lalu dibawah kendali Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) menjadi SMK Pertanian. Sekolah yang sudah melahirkan puluhan penyuluh pertanian, karyawan perusahaan pestisida dan pejabat dinas ini berharap alumninya bisa semakin diminati.
Bidang Kelembagaan dan Bina Usaha BP4K Karawang, Dedi Rusmiadi mengatakan sebagai salah satu lulusan SPMA dirinya sempat prihatin jika sekolah yang dulunya dibawah kendali Kementerian Pertanian ini kurang diminati. Padahal, Karawang sebagai sentra pangan nasional yang memiliki lahan pesawahan, perkebunan dan laut begitu luas sangat butuh tenaga potensial yang lahir dari lulusan sesuai bidangnya.
Ada anggapan, terus Dedi, bahwa bersekolah di SPMA hanya bisa mencangkul dan menanam padi saja. Padahal, tidak sampai disitu, para luluasannya bisa menjadi manajemen inti pemetaan produksi pertanian Karawang di masa mendatang. "Saya dan almarhum H Tono Bahtiar itu lulusan SPMA, di Karawang kan cuma satu, sayangnya kurang diminati," kata dia.
Dibanding sekolah umum lainnya, lanjut Dedi, SPMA lebih murah dan prakteknya jelas. Selain diandalkan pemerintah untuk menyokong swasembada pangan, SPMA juga sering diburu perusahaan pestisida untuk direkrut jadi karyawan.
Beruntung saja, saat ini SPMA berubah nama menjadi SMK Pertanian dan berada dibawah kendali Dinas Pendidikan sehingga tidak semata ahli agronomis pertanian, perikanan dan peternakan, namun juga melebar ke komputer dan sosial ekonomi. Sayangnya, di Karawang, kampus yang memiliki jurusan pertanian masih sedikit.
Sehingga harus kuliah ke Unpad dan kampus negeri lain di Bandung dan Jakarta. "Semenjak berubah nama menjadi SMK Pertanian, siswanya konon mulai banyak peminatnya, kita sih bersyukur saja sebagai alumni," tandas dia.
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain, Karawang ini sekolah pertaniannya kalah saing dengan Cikole Bandung yang memiliki pengolahan dan fasilitas lebih memadai. Yang jelas, dirinya hanya berharap, sekolah pertanian yang berdiri sejak 1970 itu bisa terus melahirkan aktivis pertanian yang semakin matang, jitu berinovasi dan berkreatifitas. "Berdiri sejak 1970, awalnya bernama SPMA, kemudian SPP dan terakhir SMK Pertanian," tandas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template