Santri Pesantren Baitul Burhan Libur Panjang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Santri Pesantren Baitul Burhan Libur Panjang

Santri Pesantren Baitul Burhan Libur Panjang

Written By Mang Raka on Senin, 27 Juni 2016 | 12.30.00

TEMPURAN, RAKA - Sedikitnya 513 santri putra dan putri Pondok Pesantren Baitul Burhan Dusun Jarakah RT 05/02 Desa Lemahduhur Kecamatan Tempuran menggelar khataman pengajian pasaran selama Ramadhan. Pengajian yang dipusatkan di jalan Silihasih itu, dimulai sejak 15 Sya'ban dan ditutup dengan sejumlah kegiatan acara pesantren.
Ketua Panitia Pelaksana kegiatan, ustad Open mengatakan program pengajian kitab pasaran ini sudah diikuti santri sejak 15 Sya'ban sampai tanggal 20 Ramadan. Beberapa kitab yang dikaji dan menjadi bahtsul kutub antara lain Qishotul Mikraj atau Dardir, Madarijusuud, fathul ijar, Hadits Arbain, Alfiyah ibnu Malik dan lainnya. Panitia sebut Open, mengawali kegiatan penutupan pengajian ini dengan pembagian hadiah bagi santri berprestsi di bidang dakwah dan bahtsul kutub. Acara ini, sengaja dilaksanakan agar menjadi agenda silaturahmi semua santri baik antara santri dengan santri, santri dengan para kiai dan santri dengan pimpinan pesantren.
Mewakili santri, ia juga meminta maaf kepada para kiai atas kekhilafan seraya mengharap doa agar ilmu yang sudah dipelajari selama Ramadan ini bermanfaat. Karena tambah Open, para santri ini akan berlibur di rumahnya. Mereka yang datang dari berbagai kota dan kabupaten ini wajib kembali ke pesantren tanggal 10 Syawal. Sementara bagi santri baru pada 13 Syawal. "Program pesanten pengajian pasaran sejak 15 Syaban lalu, ditutup dengan lomba dan ajang saling silaturahmi," tandas dia.
Sementara itu, pimpinan pondok pesantren Baitul Burhan, KH Sofwan Abdul Gani menuturkan diakhir pengajian ini, ia berpesan agar semua santri siap. Karena tantangannya kedepan akan lebih berat dibandingkan saat ini.
Ia juga menghimbau semua santri betul-betul mempunyai ilmu cukup untuk menghadapi tantangan tersebut. Penutupan pengajian bukanlah akhir dari kajian, karena belajar, menuntut ilmu dan mengamalkannya harus terus dijalankan, dimanapun dan dalam kondisi apapun. "Santri harus betul-betul mengaji, biar mempunyai ilmu yang cukup," kata dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template