Sabar Menunggu Giliran Ibadah Haji - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sabar Menunggu Giliran Ibadah Haji

Sabar Menunggu Giliran Ibadah Haji

Written By Mang Raka on Jumat, 24 Juni 2016 | 17.12.00

-Ikuti Kata Hati, Selamat dari Tragedi Mina

Berhaji adalah impian seluruh muslim di dunia. Tapi tidak sedikit orang saat berhaji justru mengalami hal yang tidak mengenakan, hingga kehilangan nyawa. Salah satunya adalah peristiwa Mina pada musim haji tahun lalu.
Kala itu, banyak musibah menimpa jemaah haji. Selain jatuhnya crane di Masjidil Haram, terbakarnya hotel, rubuhnya tenda jamaah, hingga tragedi Mina. Setidaknya 1.000 orang dilaporkan tewas saat menjalani ritual haji di Mina. Tragedi ini terjadi karena jemaah sudah sangat berdesak-desakan di cuaca panas diatas 50 derajat Celcius. Entah mengapa tiba-tiba mereka saling berdesakan di terowongan Mina. Banyak orang berdesakan hingga terinjak-terinjak, sampai akhirnya 57 jemaah haji Indonesia wafat.
Beruntung, sebelum kejadian memilukan itu, Kepala SMPN 3 Rengasdengklok Hj Ade Fatimah MPd, sempat diajak oleh teman satu rombongannya untuk pergi lebih awal melontar jumrah di Aqabah, dibandingkan jadwal yang sudah ditentukan. Namun, firasatnya merasa tidak enak. Akhirnya Ade memutuskan untuk tidak mengikuti ajakan itu. Pilihan Ade ternyata tepat. Tidak lama setelah itu, ia mendengar ada peristiwa Mina yang menimbulkan korban jiwa. “Alhamdulillah. Memang saat itu ibu sedang di Tanah Suci, pas waktu kejadian musibah Mina juga ibu tahu jelas. Jadi mereka yang kena musibah adalah salah satu jemaah haji yang menerobos masuk duluan. Tadinya ibu memang diajak, tapi kenapa perasaan itu seakan menolak tidak mau dan memilih untuk nanti saja. Tahunya ada musbiah,” tuturnya.
Semenjak kejadian tersebut, sampai saat ini ia merasa selalu berada dalam pertolongan Allah, dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Meski keinginannya untuk berhaji harus menunggu 4 tahun lebih. Namun ia tetap sabar dan tabah, untuk bisa memuwujudkan kesempurnaan agamanya itu. “Banyak juga mulai dari pemberangkatan sampai pendaftaran saja, waktu itu harus nunggu 4 tahun. Ibu sempat mikir masih ada waktu apa tidak. Tapi dengan doa dan keinginan, akhirnya impian ibu bisa kesampaian juga untuk naik haji,” ucapnya. (yna)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template