Rumah Satu RT Nyaris Terbakar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Rumah Satu RT Nyaris Terbakar

Rumah Satu RT Nyaris Terbakar

Written By Mang Raka on Senin, 13 Juni 2016 | 16.00.00

TELUKJAMBEBARAT, RAKA - Niatnya baik, ingin berbakti kepada suami agar makanan yang dihidangkan tetap hangat dan enak ketika disantap. Tetapi yang terjadi justru malapetaka. Rumahnya terbakar, untungnya tetangga melihat api yang sudah berkobar serta mendengar teriakan minta tolong, sehingga apipun dapat dipadamkan dan Saimah (49) berhasil diselamatkan. Sang suami sendiri, Fahri (56) ketika itu dalam perjalanan pulang ke rumah.

Peristiwa itu terjadi, kemarin (12/6), di Desa Wanasari RT 01/12, saat sebagian umat muslim tengah melaksanakan shalat magrib. Ketika kebakaran terjadi Saimah tengah melaksanakan shalat magrib. Dia baru saja selesai memasak untuk kebutuhan berbuka puasa. Bahkan sudah mempersiapkan masakan yang dimasaknya diatas meja untuk berbuka puasa.
Selesai membatalkan puasa, Saimah melaksanakan shalat magrib, sementara Fahri belum juga tiba di rumah. Tetapi sial, Siamah lupa kalau kompor di dapurnya tidak di matikan. Karena kelamaan ditinggal kompor meledak hingga menyambar apapun yang ada di dekat kompor tersebut. Akibatnya kebakaran pun terjadi. Saimah baru menyadari kalau terjadi kebakaran di rumahnya setelah usai shalat. Keruan Saimah panik dan beteriak-teriak minta tolong.
Nada (59) tetangganya bersama tetangga-tetangga lainnya yang  mendengar teriakan Saimah langsung berhamburan memadamkan api. Beruntung api belum terlalu besar sehingga upaya warga memadamkan apipun akhirnya membuahkan hasil. Api berhasil dipadamkan meski separuh bangunan rumah Saimah yang masih semi permanen hangus terbakar. "Api telah berkobar di dapur rumah Pak Fahri dan membuat separuh warga yang dekat dengan rumah tersebut berhamburan keluar rumah untuk memadamkan api. Untungnya, warga yang membantu lumayan banyak sehingga apipun berhasil dipadamkan sebelum menyambar ke rumah-rumah tetangga," ucap Nada.
Dilanjutkan Nada, warga sempat panik menyaksikan kobaran api yang mulai membesar, apalagi hampir rata-rata rumah disana bangunannya dari bilik yang mudah terbakar. "Saya khawatir malah menyambar rumah saya dan tetangga saya lainnya. Mana rumah saya bilik serta di dalam rumah saya ada tiga motor yang masih ada di dalamnya, untungnya warga sigap langsung memadamkan secara bergotong-royong, akhirnya satu jam api bisa dipadamkan," katanya.
Hal senada dipaparkan Enjuh (47) warga sekitar menerangkan dirinya adalah tetangga tepat sebelah kanan dari jalan masuk jalan utama yang dekat sekali dengan rumah korban. Sebelum kebakaran angin untungnya kencang dan air pun dekat dan berlimpah, sehingga memudahkan mamadamkan api. "Tidak kebayang kalau sumber airnya jauh, malah kebakaran besar pasti terjadi dan akan menghabiskan rumah disini yang rata-rata rumah tidak permanen. Untungnya kami bisa bareng-bareng padamkan api supaya tidak menyebar ke mana-mana. Itu juga pemilik rumah yang terbakar masih panik dan pingsan," ucap Enjuh sambil menunjuk ke salah satu rumah warga.
Ketika RAKA mendatangi rumah yang terbakar Siamah masih tergolek pingsan. Dari pengamatan RAKA separuh bagian rumah habis terbakar. Sementara hampir 80 persen barang berharga rusak dilalap api. Akibat perisitwa itu kerugiaan ditaksir belasan juta rupiah. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template