Rezeki Nomplok Haji 'Bin Ladin' asal Plered - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Rezeki Nomplok Haji 'Bin Ladin' asal Plered

Rezeki Nomplok Haji 'Bin Ladin' asal Plered

Written By ayah satria on Kamis, 16 Juni 2016 | 16.17.00


Ngepel Masjidil Haram, Disawer Puluhan Juta

Lima tahun mengumpulkan uang agar bisa menyempurnakan rukun Islam, akhirnya Ade Abdul Muhyi bisa menginjakkan kaki di tanah suci Mekkah. Meski harus mengakali lewat 'haji Bin Ladin' alias sambil bekerja di Masjidil Haram. Tapi itu bukan soal, asal bisa menunaikan ibadah haji.
Sepulang dari tanah suci, banyak oleh-oleh yang bisa dibawanya untuk sanak keluarga. Termasuk pengalaman aneh yang dialaminya selama di Mekkah.
Ditemui di kediamannya di Desa Cibogogirang, Kecamatan Plered, Ade mengaku berada di Mekkah dua tahun yang lalu. Dia ditugaskan membersihkan Masjidil Haram. Sekali waktu, saat Ade bersama teman seprofesinya membersihkan lantai Masjid Haram, tiba-tiba datang segerombolan orang berkulit putih menghampiri dan langsung memberinya uang. "Aneh padahal biasanya yang ngasih uang paling cukup untuk makan. Tetapi kali ini seluruh saku penuh dengan uang dari berbagai negera," ujarnya kepada Radar Karawang.
Merasa saku sudah penuh dengan uang dari berbagai negara, Ade langsung bergegas pergi ke sebuah toko membeli tas untuk menyimpan uang tersebut. "Saya panik dan meminta teman untuk melanjutkan tugas saya. Pas saya kembali eh ada lagi yang ngasih. Jika dihitung jadi uang rupiah kalau gak salah sekitar 25 juta lebih. Saya lupa lagi. Soalnya uang saat itu tidak ditukar langsung," ujarnya.
Ade mengaku tidak pernah terpikir sebelumnya bisa mendapat uang sebanyak itu. Pasalnya, pengusaha budidaya ikan kolam jaring apung itu, berangkat ke tanah suci menggunakan hasil jerih payah tabungannya selama 5 tahun. "Uang tersebut saya bagi-bagi dengan teman seprofesi di sana," kata dia.
Meski begitu, bapak satu anak ini meyakini banyaknya para peziarah memberinya uang, semata-mata hanya cobaan dari Sang Pencipta. "Ingat wejangan bapak saya sebelum berangkat ke Tanah Suci. Pasti akan terjadi hal-hal yang aneh di luar nalar kita. Makanya saya selalu mengucap nama Allah," pungkasnya. (gan)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template