Ramadan Bentuk Kesalehan Sosial - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ramadan Bentuk Kesalehan Sosial

Ramadan Bentuk Kesalehan Sosial

Written By Mang Raka on Senin, 06 Juni 2016 | 12.00.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Jadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk membentuk karakter yang religius dan cerdas. Setiap kegiatan yang digelar pada Ramadhan, sebaiknya mengarah pada pembentukan dan penguatan iman masing-masing individu.
Yudi Yudhistira, mahasiswi jebolan Budi Pertiwi kepada RAKA mengatakan ada tiga nilai yang dapat terbentuk melalui kegiatan di bulan Ramadan. Pertama, pembentukan nilai-nilai spritualitas, dimana setiap manusia dimotivasi untuk meningkatkan kualitas ibadahnya. "Jika kualilas ibadah setiap individu meningkat, maka akan meningkatkan kualitas spiritual bangsa. Kualitas spiritual bangsa inilah yang nantinya bisa dikembangkan menjadi spiritualitas yang dinamis yang dapat menampilkan keberagaman yang berorientasi pada akhlak dan etika, sehingga tercipta kesalehan individu dan kesalehan sosial," katanya.
Selanjutnya, penanaman nilai-nilai solidaritas. Peningkatan nilai-nilai solidaritas dapat ditandai dengan meningkatnya silaturrahim diantara sesama muslim di bulan Ramadan, seperti salat tarawih berjamaah, kajian kuliah Ramadan dan kuliah subuh, pesantren Ramadan sampai saling berkunjung diantara tetangga untuk berbagi makanan berbuka. "Solidaritas ini diharapkan terganbar dalam bentuk kesetiakawanan sosial dan toleransi terhadap perbedaan. Selain itu, solidaritas anatar sesama menampilkan orientasi yang mengedepankan kepentingan umum di atas kepentingan kelompok atau golongan. Perlu ditanamkan kebiasaan untuk hidup berdampingan secara damai atas saling tolong menolong untuk kepentingan dan kemajuan bersama," imbuhnya.
Terakhir ialah nilai-nilai kedisiplinan. Di bulan Ramadan bisa menumbuhkembangkan kedisiplinan setiap umat. Ibadah puasa sarat sekali dengan nilai-nilai kedisiplinan. Misalnya, bangun untuk aktivitas makan sahur dan saat berbuka. Disiplin sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa, kemajuan suatu bangsa terkendala oleh lemahnya disiplin terhadap waktu dan norma-norma hukum yang berlaku. (fah)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template