Pupuk Kujang Timbun Pupuk di Pinggir Jalan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pupuk Kujang Timbun Pupuk di Pinggir Jalan

Pupuk Kujang Timbun Pupuk di Pinggir Jalan

Written By Mang Raka on Rabu, 29 Juni 2016 | 16.30.00

KARAWANG, RAKA - Penumpukan stok urea di pabrik PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) akibat rendahnya penyerapan petani dan membanjirnya urea buatan Tiongkok. Kondisi ini membuat stok urea yang tersedia di gudang produsen dan gudang distributor per 26 Juni 2016 mencapai 203.465,27 ton. Pupuk sebanyak itu terdiri dari urea bersubsidi 163.445, 93 ton dan urean nonsubsidi 40.019,34 ton.

Kepala Bagian Humas PKC, Indra Gunawan, mengatakan itu, kemarin. Dikatakannya, PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) terpaksa menumpuk stok ureanya di badan jalan akibat seluruh gudang yang dimilikinya tidak cukup untuk menyimpannya. Sementara pabrik itu tidak bisa menghentikan sementara produksinya karena jika hal itu dilakukan akan mengganggu system yang ada di panrik tersebut.
Menurut Indra, menumpuknya stok pupuk tersebut dipengaruh dua faktor, yakni beralihnya kebiasaan petani dari pemakaian pupuk urea ke pupuk NPK dan diberlakukannya masyarakat ekonomi asean (MEA). "Saat ini banyak petani yang menggunakan pupuk NPK, sehingga penyerapan pupuk urea bersubsidi menjadi rendah," kata Igun.
Sementara, lanjut dia, penyerapan pupuk nonsubsidi juga rendah karena kalangan industri lebih memilih pupuk produksi Tiongkok (China) yang harganya lebih murah. Akibat kedua hal itu, penyaluran pupuk produksi PKC tersendat dan stoknya pun menumpuk hingga luber ke badan jalan. Disebutkan, produksi pupuk dari pabrik Kujang 1 A dan Kujang 1 B tidak bisa dihentikan akibat penumpukan stok tersebut. Sebab, jika produksi terhenti maka semua sistem pabrik bakal terganggu.
Menurut Igun, pruduksi urea rata-rata per hari dari dua pabrik milik PKC itu mencapai 10 ribu ton per hari. Oleh karena itu, stok terus bertambah dan menumpuk ketika terjadi kelambatan penyaluran. Disebutkan, saat ini saja pupuk urea yang belum tersalurkan dan tersimpan di gudang pabrik tercatat 65.855 ton pupuk bersubsidi dan 97
ribu ton pupun nonsubsidi."Karena kapasitas gudang terbatas, kami terpaksa menyimpan sebagian pupuk tersebut di badan jalan," kata Igun.
Sebenarnya, lanjut dia, dengan menyimpan pupuk di lokasi terbuka, PKC mengalami kerugian yang cukup lumayan. Pasalnya, ada beberapa kemasan pupuk yang pecah dan harus dilakukan rebaging (pengantongan ulang). Ketika ditanya terkait kemungkinan dilakukan ekspor atas pupuk yang belum tersalurkan itu, Igun menyebutkan, PKC siap melakuan ekspor jika ada izin dari pemerintah. "Jika pemerintah mengizinkan kami siap melakukan eksport. Untuk sementara ini kami fokus menjaga ketersedian pupuk untuk wilayah Jabar dan Banten," katanya. (ops)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template