Puluhan Hektare Sawah di Batujaya Beralihfungsi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Puluhan Hektare Sawah di Batujaya Beralihfungsi

Puluhan Hektare Sawah di Batujaya Beralihfungsi

Written By Mang Raka on Rabu, 15 Juni 2016 | 18.53.00

BATUJAYA,RAKA- Puluhan hektare sawah di Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya, beralih fungsi menjadi pabrik-pabrik batu bata (lio). Peralihan fungsi ini, diakui para buruh pembuat batu bata yang sebelumnya merupakan buruh tani lantaran produksi batu bata lebih menjanjikan dan memberikan hasil yang pasti.
Ropiah, salah seorang buruh batu bata kepada RAKA mengatakan, dua tahun terakhir dirinya memang masih bertani, namun lantaran majikannya beralih ke pabrik batu bata maka dirinya mau tidak mau melepaskan pekerjaan bertaninya. "Kan majikan saya juga pindah jadi bikin bata ya udah saya juga garap ini, karena sudah mulai jarang lahan garapan sawah di sini," katanya.
Menurutnya setiap lio menghabiskan lahan hingga 1,5 hektare dan 30 persen pemilik sawah di daerah ini sudah beralih. Itu artinya, puluhan hektare sudah lahan sawah yang tidak menghasilkan gabah.
D. Hasna, pengamat pertanian mengatakan, fenomena ini diyakini sangat berpengaruh daripada kinerja para penyuluh.  Hasna menuding pemahaman warga akan pentingnya sawah sangat minim. Oleh karena itulah fungsinya penyuluh untuk memberikan gambaran agar mereka tidak merubah lahan sawahnya jadi pabrik batu bata. “Karena ini berurusan langsung dengan jumlah rupiah yang mereka dapatkan. Barangkali mereka banyak dapat untuk bikin batu bata dibandingkan sawah. Makanya, tenaga penyuluh mesti bekerja ekstra keras,” kata dia.
Dilema lain yang dihadapi ialah, petugas tidak bisa memaksakan kehendak  para pemilik lahan. “Mau segencar apapun sosialisasi petugas, tetap saja tidak bisa memaksa mereka untuk dijadikan sawah. Kecuali ada aturan tegas yang mengatur pelarangan alih fungsi. Kalau pun sudah ada, terkadang pengawasannya dilapangan sangatlah lemah,”jelasnya.
Menurutnya, alasan masyarakat lebih memilih batu bata memang sangat rasional, saat ini pemerintah belum mampu untuk menjamin kesejahteraan masyarakat tani. Selain harus dihadapi dengan kemungkinan gagal panen, tingginya harga pupuk dan rendahnya harga jual juga mempengaruhi. Peralihan fungsi lahan ini ada kemungkinan akan terus meluas dan menghilangkan tanaman padi secara keseluruhan. Pemerintah daerah sudah semestinya sesegera mungkin mengambil sikap untuk menyelamatkan lahan sawah yang ada di desa ini.(fah)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Saya memastikan Karawang 5 tahun akan datang sawahnya akan segera tergerus beralih fungsi karena kebijakan2 pemerintah yang tidak pro petani baik tingkat daerah maupun pusat, saat petani punya masalah pemerintah diam dan saat hasil tani mahal pemerintah cepat mengambil kebijakan yang notabene merugikan petani.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template