PT IBR Mau Polisikan LSM Wapli RI - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » PT IBR Mau Polisikan LSM Wapli RI

PT IBR Mau Polisikan LSM Wapli RI

Written By Mang Raka on Rabu, 15 Juni 2016 | 18.37.00

PURWAKARTA, RAKA - Kuasa hukum PT Indo Bharat Rayon (IBR), Mas Mohammad Khudri menyatakan, akan melaporkan balik Ketua LSM Wahana Pemerhati Lingkungan (Wapli), Teddy M Hartawan atas tuduhan laporan palsu dalam kasus dugaan tindak pidana pencemaran lingkungan di Kalimati, Desa Cilangkap Kecamatan Babakan Cikao. Ini disampaikan dalam agenda sidang pembelaan (pledoi) di Pengadilan Negeri Purwakarta.
"Memerintahkan pada Polres Purwakarta untuk melakukan penyelidikkan terhadap saudara Teddy M Hartawan yang melakukan tuduhan palsu pada terdakwa PT IBR melakukan open dumping limbah B3 ke Kalimati. Hal itu berdasarkan kajian, keterangan saksi dan fakta-fakta persidangan," ujar Khudri di PN Purwakarta, Senin (13/6) lalu.
Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejari Purwakarta menuntut PT IBR dengan tuntutan pidana denda Rp 1 miliar dan diwajibkan merehabilitasi Kalimati yang dangkal. Kalimati bermuara ke Sungai Citarum. Khudri menegaskan, semua tuntutan JPU yang menerapkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 104 a jo Pasal 116 ayat (1) huruf a jo Pasal 119 jo Pasal 64 ayat (1) KUH Pidana sebagai dakwaan adalah tidak terbukti. "Bahwa dakwaan jaksa tidak terbukti. Karenanya, meminta majelis hakim menyatakan terdakwa korporasi (PT IBR) bebas dari segala dakwaan dan tuntutan hukum dan memulihkan nama baik terdakwa," kata dia.
Dia mengaku, dakwaan JPU tidak bisa dibuktikan bahwa PT IBR bersalah melakukan open dumping limbah B3 di Kalimati. Karena berdasarkan ketersangan saksi-saksi, lanjut dia, Kalimati menjadi dangkal bukan karena limbah B3, melainkan batu bara utuh dalam bentuk partikel-partikel kecil. Selain itu, sambung dia, pertanyaan selanjutnya bagaimana batu bara dalam bentuk ukuran kecil bisa mendangkalkan Kalimati seluas 1 hektare, Khudri mengatakan, itu ulah pencuri dan itu diperkuat keterangan dari polisi yang menyebutkan ada aktifitas pencurian batu bara. "Bahwa yang ditemukan di Kalimati itu batu bara, bukan limbah B3. Batu bara bisa menyebar ke Kalimati dari pabrik karena diduga akibat aktifitas pencurian oleh warga dengan menjebol dinding tembok pemisah antara Kalimati dengan power plant PT IBR," jelas dia.
Dihubungi terpisah, Ketua LSM Wahana Pemerhati Lingkungan (Wapli) RI, Teddy M Hartawan mengaku, pelaporan yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur. Dan telah menempuh jalur hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Pengaduan kami tidak mungkin sampai ke pengadilan, apabila pengaduan kami tidak sesuai dengan fakta," kata Teddy.
Dia mengaku, mempersilahkan jika pihak PT IBR akan melaporkan dia dan lembaganya. Hanya saja, kata dia, untuk kasus ini menurut dia, negara tidak akan memproses pengaduan masyarakat tanpa ada alat bukti, saksi dan fakta yang benar. "Itu artinya, upaya melaporkan kami sama aja dengan melecehkan institusi negara," singkat dia. (awk)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template