Potret Kemiskinan Kabupaten Purwakarta - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Potret Kemiskinan Kabupaten Purwakarta

Potret Kemiskinan Kabupaten Purwakarta

Written By Mang Raka on Rabu, 22 Juni 2016 | 12.30.00

Berhenti Sekolah Demi Bantu Ekonomi Keluarga

PLERED,RAKA - Di saat anak seusianya disibukan dengan bermain bersama rekan-rekannya, Kiki Caca (11) harus berbasah peluh bekerja keras menjadi tulang punggung keluarga dengan menjadi kuli pembuat bata.
Diusianya kini juga, Kiki yang merupakan warga Kampung Tegal Kalapa, RT12 RW04, Desa Citeko, Kecamatan Plered ini, seharusnya masih merasakan bangku sekolahan. Namun, karena kesulitan ekonomi, ia terpaksa meninggalkannya dan memilih bekerja untuk membantu ibunya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sepeninggal ayahnya. Padahal, pada umumnya anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar akan sangat suka bermain bersama teman-temannya seusai sekolah.
Anak ke empat dari enam bersaudara ini, sudah menjadi pembuat batu paving blok selama kurang lebih 1 tahun di salah satu pabrik bata di Jalan Raya Cirata. "Gak mau sekolah mending bantu ema (ibu) buat jajan ade," begitu betus anak tersebut dengan polosnya.
Dalam satu hari bekerja, Kiki mampu membuat 100 hingga 300 cetakan bata paving. Dengan hasil cetakan bata itu, ia mendapat upah sekitar Rp 15.000- Rp30.000  perharinya. "Satu minggu sekali paling dapat Rp120.000 gak nentu dan uang saya kasih ke ema buat jajan dan beli beras," kata anak yatim itu.
Sementara Uduy (50), yang juga salah satu karyawan pabrik bata itu mengatakan, Kiki merupakan sosok anak pekerja keras. "Dulu udah dilarang sama pemilik pabrik ini karena masih di bawah umur tetapi anaknya malah kerja terus. Memang anak itu rajin tidak ada capeknya," paparnya.
Sementara Omasih (40) orangtua Kiki menuturkan, sepeninggal sang suami 10 tahun silam akibat penyakit depresi, ia harus banting tulang mencukupi keenam anak seorang diri. Beruntung dengan dibantu Kiki, sedikit banyak mengurangi beban dipundaknya. "Kiki anak lelaki satu-satunya yang paling besar. Seharunya dia kelas 4 SD cuma minta berhenti," pungkasnya. (gan)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template