Polda Jabar Selidiki Pencemaran Cikaranggelam - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Polda Jabar Selidiki Pencemaran Cikaranggelam

Polda Jabar Selidiki Pencemaran Cikaranggelam

Written By Mang Raka on Jumat, 17 Juni 2016 | 15.00.00

CIKAMPEK, RAKA - Sungai Cikaranggelam yang membentang dari Situ Kamojing Kecamatan Cikampek hingga Cilamaya, itu kondisinya sangat parah. Selain kotor dan berbau, air sungai itu juga berbahaya bagi manusia.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Radar Karawang, sungai sepanjang 70 kilometer itu kerap berganti warna. Satu waktu berwarna merah, putih, ungu, bahkan hitam pekat. Padahal, pada dekade awal 90-an, sungai yang kerap banjir saat musim hujan tersebut, masih bisa dimanfaatkan warga mandi, mencuci hingga memancing ikan. Beyawak juga masih sering ditemui.
Seiring pesatnya pertumbuhan industri di Kabupaten Karawang, keadaan mulai berubah. Sungai Cikaranggelam jadi santapan empuk perusahaan nakal, yang tidak ingin repot mengolah limbah cair. Tujuannya cuma satu. Memangkas biaya produksi.  
Berkali-kali perusahaan yang dicurigai membuang limbah berbahaya ke Cikaranggelam disidak, tapi sanksi yang diberikan belum memberi efek jera.
Tokoh masyarakat Cikampek, Yusuf Nurwenda, mengaku geram dengan perusahaan yang membuang limbah sembarangan. Sehingga mengotori Sungai cikaranggelam, yang dulunya bisa dijadikan sumber mata pencaharian, seperti mencari ikan bahkan untuk MCK.
"Sungai Cikaranggelam, dalam seminggu itu warnanya bisa berubah 7 kali. Ada hitam, cokelat, merah, dan lain sebagainya. Ini karena limbah perusahaan," tegas lelaki yang akrab disapa Uus itu kepada Radar Karawang, Kamis (16/6).
Warga Kampung Rawabolang, Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, Maysaroh mengaku sudah bertahun-tahun tidak menggunakan air sumur untuk kebutuhan minum. Pasalnya air tersebut sudah tercemar limbah pabrik, yang banyak berdiri kokoh berada di bantaran Sungai Cikaramgelam. "Air dari pompa tidak bisa diminum, karena memang petir (rasanya). Warnanya bening tapi kalau direbus ada kayak minyak di atasnya," ungkapnya.
Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Karawang Setya Dharma mengklaim, perusahaan-perusahaan nakal pembuang limbah B3 ke Sungai Cikaranggelam, sudah ditindaklanjuti. Bahkan sudah sampai ke meja Polda Jabar. Meski demikian, dia tidak penyebutkan secara detail perusahaan apa saja yang sudah ditindaklanjuti. "Sudah itu, sudah sampai Polda Jabar," ujar Setya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template