Petani Jatisari juga Beralih Tanam Ketan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Jatisari juga Beralih Tanam Ketan

Petani Jatisari juga Beralih Tanam Ketan

Written By Mang Raka on Senin, 20 Juni 2016 | 14.00.00

JATISARI, RAKA - Sekitar 50 persen areal sawah di Jatisari sudah mulai ditanami padi. Adapun varietas yang ditanamnya adalah jenis Ciherang, Mekongga, Pandan Wangi dan Ketan. Tetapi varietas Ciherang dan Mekongga masih tetap mendominasi.
"Dari luas 4.067 hektare sawah yang ada (di Jatisari) sekarang sudah 2.111 hektare yang sudah ditanami," ujar Kepala BP3K Jatisari, Samsudin.
Sama seperti di Banyusari, untuk varietas ketan, kini semakin banyak diminati oleh petani. Pasalnya harga jual padi ketan ini selalu jauh diatas padi varietas lainnya. Berdasarkan pengalaman musim tanam lalu, harga gabah mekongga dan Ciherang ada di kisaran Rp 4 ribu. Sedangkan gabah ketan bertahan di harga Rp 5 ribu. Sedangkan pandan wangi bertahan di kisaran Rp 4.500 per kilogram. "Sekarang banyak yang tanam ketan. Karena mereka ingin dapat untung yang lebih besar. Bedanya hingga bisa sampai Rp 1.000 per kg. Sementara pandan wangi selisihnya Rp 500 per kg," ujarnya.
Alvianti, seorang tenaga PPL mengatakan, di Desa Pacing yang area pesawahannya 658 hektare, baru 10 hektare yang ditanami padi. Desa Sukamekar yang memiliki areal sawah 456 hektare baru tertanam 50 hektare, Desa Jatibaru dari area 338 hektare belum ada yang ditanami. Desa Jatiwangi dari 282 hektare baru 100 hektare yang sudah ditanami.  "Untuk areal pesawahan yang ada pada golongan 2 (pembagian air), tentunya belum semuanya tertanami. Lain halnya dengan areal pesawahan yang mendapat golongan 1, sudah tertanami hampir 100 persen," ujarnya.
Ketua Gapoktan Sri Tani Desa Kalijati, H Imron, membenarkan bahwa area pesawahan di desanya sudah semuanya tertanami. Mayoritas menggunakan benih varietas  mekongga dan ciherang, tapi ada juga yang menanam pandan wangi dan varietas ketan. "Kami mendapat pasokan air di golongan 1, jadi kami lebih dulu memulai menggarap sawah," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template