Petani Banyusari Beralih Tanam Ketan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Banyusari Beralih Tanam Ketan

Petani Banyusari Beralih Tanam Ketan

Written By Mang Raka on Rabu, 15 Juni 2016 | 15.30.00

BANYUSARI, RAKA - Dinilai lebih menguntungkan, petani Banyusari akhirnya lebih memilih menanam ketan dibanding padi. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Banyusari Nana Kuswana.
Menurut perkiraannya, 500 hingga 1000 hektare lahan sawah akan ditanami ketan dari luas keseluruhan 3.814 hektare. Sementara sebagai perbandingan, hasil panen sebelumnya rata-rata petani yang menanam varietas ketan memperoleh 8 ton per hektare. Sedangkan untuk harganya bisa mencapai angka Rp 5.600 per kilogram. Sementara untuk padi seperti Ciherang dan Mekongga, rata-rata memperoleh 7 ton per hektare, dengan harga jual hanya Rp 4.200 per kg. "Karena petani ingin untung besar. Kalau musim panen kemarin hanya 100 hektare (yang ditanami ketan)," ujar Nana kepada Radar Karawang, Selasa (14/6).
Faktor lainnya adalah terjadinya penurun produksi padi pada panen sebelumnya, karena anyaknya bulir padi yang kosong, sehingga hasilnya tidak maksimal. Bahkan jauh dari target pemerintah yang mematok angka 7,8 ton per hektare. "Sebenarnya ini karena pengaruh cuaca atau iklim. Jadi tidak bisa dihindari. Gabahnya meskipun berwarna kuning, tapi tidak berisi atau petani menyebutnya selap," jelasnya.
Disinggung mengenai perkembangan pertanian pada musim ini, dia menyampaikan, para petani sudah pada tahap pengolahan tanah. Dan ada juga yang sudah tahap penyemaian. Dia berharap petani bisa menanam padi dengan benih yang usianya 18 sampai 20 hari, agar hasilnya bisa bagus. "Kalau benihnya lewat dari 20 hari jelek, ketuaan, nanti ngaruh ke hasil produksi. Jumlah anaknya kurang. Terus kalau terlalu muda bagus sih bagus, tapi rentan dengan hama penyakit, karena belum kuat. Dia masih lemas," paparnya.
Dia meminta agar para petani bisa segera mulai menanam padi. Karena distribusi air dari PJT II juga sudah masuk ke areal pesawahan. Tapi jika melihat kondisi di lapangan, banyak para petani yang memperhitungkan jumlah tukang tandur yang biasa menanam padi, karena berdekatan dengan Idul Fitri. "Biasanya seminggu sebelum dan sesudah Idul Fitri tukang tandurnya gak ada. Makanya para petani kebanyakan akan mulai tandur setelah lebaran nanti," pungkasnya. (zie)


Luas Lahan
3.814 hektare

Lahan yang ditanami ketan
1.000 hektare

Lahan yang ditanami padi
2.814 hektare

Hasil panen

Ketan
8 ton per hektare
Padi
7 ton per hektare

Harga jual
Ketan
Rp 5.600 per kilogram
Padi
Rp 4.200 per kilogram
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template