Perlu Komitmen Selamatkan Mangrove - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Perlu Komitmen Selamatkan Mangrove

Perlu Komitmen Selamatkan Mangrove

Written By Mang Raka on Jumat, 24 Juni 2016 | 12.30.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Menanam mangrove tidak semudah yang dibayangkan. Meskipun maksud dan tujuannya untuk mencegah abrasi dan menciptakan biota pesisir, namun keahlian penanaman mangrove sering jalan di tempat, khususnya di Karawang. Selain maraknya tangan-tangan jahil, penanaman mangrove ini juga ditengarai menjadi ajang mencari proyek tahunan.
Aktivis lingkungan yang juga penanam mangrove Karawang, Fathoni mengatakan dirinya sudah sejak tahun 1994 aktif mengikuti penanaman bibit mangrove di pantai. Khususnya di wilayah Muarabaru Kecamatan Cilamaya Wetan. Hasilnya, kata dia, saat ini kondisi pantai kian menjorok kearah laut sekitar 4 hektaran.
Namun kesenangan itu berbalik duka dewasa ini. Mangrove yang baru ditanam sehari saja, sehari kemudian sudah hilang. Penyebabnya banyak dan beragam. Selain faktor alam seperti tergerus ombak atau dimakan ternak kambing, ada pula yang dipicu oleh ulah tangan-tangan jahil masyarakat setempat. Bahkan, sambung dia, ada yang sudah ditebangi untuk dijadikan tambak-tambak ikan demi kepentingan segelintir orang. "Tanam itu butuh pengorbananan, tapi sayangnya tidak bisa bertahan sampai saat ini," kata dia.
Pria yang menjadi pemateri tanam mangrove di Pekalongan, Kendal dan berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur ini, mengharapkan masyarakat memiliki kecintaan lingkungan dengan menanam mangrove. Bahkan kesadaran ini harus ditumbuhkan, bukan semata menunggu proyek penanaman dari pemerintah. Sengaja digunduli kemudian meminta ditanami lagi.
Belajar dari pengalaman ketik ia menanam mangrove di Banyuwangi tahun 1998, kini sudah tumbuh dengan sempurna. Bahkan sampai banyak sumbangan satwa-satwa karena kini sudah sangat rimbun, rindang dan lestari.
Sementara di Karawang, diakui Toni, belum mampu melindungi tanaman bermanfaat ini. Tidak itu saja, pemerintah juga tidak berdaya melindungi tanaman-tanaman ini dari tangan-tangan jahil. Karawang bahkan kalah cepat dengan kabupaten tetangga semisal Subang dan Indramayu yang kepeduliannya sudah begitu tinggi. Pemkab, kata dia, harus merumuskan formulasi tepat agar tanaman yang sudah ditanam tidak hilang dan tidak diperjualbelikan oleh oknum jahil. "Rumuskanlah caranya, agar tanaman yang sudah ditanam khususnya wilayah pesisir agar tidak hilang dan diperjualbelikan," pinta dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template