Perjalanan Umroh Bendahara SMAN 1 Lemahabang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Perjalanan Umroh Bendahara SMAN 1 Lemahabang

Perjalanan Umroh Bendahara SMAN 1 Lemahabang

Written By Mang Raka on Rabu, 22 Juni 2016 | 20.30.00

-Badan Kalah Tinggi, Tapi Bisa Sentuh Multazam

CILAMAYA WETAN, RAKA - Sejak lima tahun yang lalu, Bendahara SMAN 1 Lemahabang Jaja Jalaludin S.Pd bercita-cita bisa umroh. Hanya saja, 2 bulan paska pernikahannya, sang istri sudah positif hamil. Sehingga niat menunaikan haji kecil itu tertunda.
Setelah dikaruniai 2 putera, Jaja yang juga warga Desa Rawagempol Wetan, Kecamatan Cilamaya Wetan, akhirnya bisa melaksanakan umroh tanggal 8-19 Februari kemarin. Melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Madinah, dirinya bersama istri yang mendaftar seminggu sebelum hari H, langsung terbang ke tanah suci.
Kepada Radar Karawang, Jaja bercerita sebelum menginjakan kakinya di tanah haram Mekkah Al Mukarromah, dirinya bersama istri terlebih dulu ke Madinah tepatnya ke Makam Rasulullah SAW di Raudhoh Masjid Nabawi. Sesampainya di depan makam, lidah dan bibirnya terus bertakbir dan bersalawat. Saat itu dirinya mengerjakan salat, tapi rasa merinding dan kenikmatan terus dirasakannya. "Belum sampai ke Mekkah saja, saya sudah tidak kuasa menahan haru dan tangis. Karena bisa datang ke makam Nabi Muhammad SAW," ungkapnya.
Ia merasa malu, pasalnya berdoa di tanah air saja sudah sering dikabul oleh Allah SWT, tapi baru tahun ini bisa mengunjungi rumah Allah. Apalagi setibanya di Mekkah, bangunan yang ditutupi Kiswah dan dikelilingi bangunan Masjidil Haram itu semakin membuatnya hina, dan merasa kecil di hadapan Allah SWT.
Beruntung saja, meski tidak sekamar, dirinya bisa melewati rasa bahagia, haru dan tangis bersama istri yang juga berulang tahun tanggal 15 Februari. "Saya merasa semakin kecil saat di Mekkah. Selama ini berdoa di tanah air saya merasa sering dikabulkan. Tapi malu karena baru saat ini saya bisa berdoa di rumah Allah. Mungkin ini takdir dan panggilanNya," ungkapnya.
Terbesit dibenaknya, ia ingin khusyu berdoa di depan pintu Multazam. Namun Jaja memprediksi akan sulit dilakukan. Musababnya, postur badan orang Arab dan lainnya begitu tinggi dan tegap, yang kemungkinan sulit diterobos. Begitupun posisi pintu Multazam yang cukup tinggi. Ia merasa tangannya tidak akan sampai menyentuh Multazam. Namun, keinginan kuat dan doa, entah bagaimana tiba-tiba saja kerumunan orang-orang begitu mudah bergeser, dan jalan ke arah Multazam terbuka lebar. Keheranannya itu semakin bertambah, saat sudah di depan Multazam. Mendadak tangannya yang berusaha menggapai Multazam terangkat tinggi. Seolah-olah ada anak tangga yang mengantarkannya lebih tinggi. "Bahkan telapak tangan-tangan jemaah lain yang banyak menempel, mendadak turun semua. Hanya telapak tangan saya saja yang menempel di pintu Multazam itu," ujarnya.
Disana ia banyak berdoa untuk kedua anaknya, agar menjadi anak-anak soleh dan selalu dilancarkan setiap urusan. "Badan saya pendek, wajar mengira gak bakal bisa menggapai pintu Multazam yang tinggi. Tapi Subhanallaah, seolah ada anak tangga yang mengantar ketinggian badan saya," tuturnya.
Dirinya bersyukur bisa diberikan banyak kelancaran selama di Mekkah, baik tawaf wajib maupun tawaf wada. Karena banyak diantara rekan serombongannya yang terkena musibah. Seperti sakit karena salah berucap, selalu terpisah dengan suami atau istrinya. Bahkan ada satu rombongan yang menginjak kotoran manusia di Masjidil Haram. "Padahal jangankan kotoran, ada darah sedikit pun langsung dibersihkan, agar Masjidil Haram tetap terjaga," katanya.
Jika tidak ada alang melintang, terus Jaja yang tengah menempuh gelar S2 ini, tahun 2026 dirinya jika dikehendaki bakal kembali ke tanah suci untuk menyempurnakan ibadah haji. Karena sudah mendaftar tahun 2015 kemarin. "Istri saya ulang tahun. Saya ucapkan selamat dan menuntun berdoa bersama untuk selalu sabar, setia dan diberi kekuatan dalam mendidik anak-anak demi masa depannya," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template