Perempuan Tegalwaru Gelar Tradisi Buat Kue Lebaran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Perempuan Tegalwaru Gelar Tradisi Buat Kue Lebaran

Perempuan Tegalwaru Gelar Tradisi Buat Kue Lebaran

Written By Mang Raka on Sabtu, 25 Juni 2016 | 14.30.00

TEGALWARU, RAKA - Warga di Kecamatan Tegalwaru mulai disibukan aktivitas membuat makanan lebaran. Seperti terlihat, kemarin, sejumlah warga secara bersama-sama melakukan pekerjaan itu.

Pantauan RAKA, dilokasi sejumlah makanan yang dibuat seperti rengginang, kue semprong, kue satu, sorodot jempol, akar kelapa, kue tenteng, simping, geplak, keripik pisang dan keripik melinjo. Pekerjaan pun dilakukan secara bersama-sama, bahkan bahan makanannya pun di kolektif secara bersama-sama lalu dibagikan secara merata setelah penganan tersebut selesai dibuatnya.
Diterangkan Ambu Ijah (44) dirinya mengakui pekerjaan buat penganan ringan khas idul fitri bersama-sama memang sudah ada sejak dulu dan pekerjaan itu dilakukan secara bergotong royong, baik dalam penyediaan bahan baku juga pengerjaannya. Biasanya dilakukan di pagi hari hingga selesai. "Setelah selesai barulah kita bagikan hasil pekerjaan secara merata dan semuanya terbagi dengan besaran kisaran bahan baku yang sudah disediakan. Bahan baku yang ada biasanya dalam bentuk mentahan dan pengerjaan hingga matang biasanya dilakukan di rumahnya masing-masing," ucapnya.
Sementara Idah (36) dirinya bersama tetangganya membuat penganan keripik nasi atau biasa di sebut Kerupuk beras. Pengerjaannya dilakukan bersama 10 tetangganya hingga sampai matang. "Pada pembagian pun masing-masing ada fungsinya, ada yang membuat keripik, yang mencetak, menggoreng, menjemur hingga matang sebelum dibagikan secara merata," akuinya.
Secara terpisah Ketua RT 04/01 Desa Cintawargi, H.Ahmad mengatakan kegiatan pelaksaan kerjasama membuat penganan pasca Idul Fitri itu sudah menjadi tradisi turun temurun. Biasanya mengisi pekerjaan itu sambil ngabuburit, dan pelaksanaan biasa dilakukan di rumah salah seorang warga yang dituakan dan dianggap salah satu tokoh masyarakat sekitar. "Hingga pada pembagiannya pun disaksikan istri tokoh masyarakat setempat. Tidak ada pertikaian dalam pembagiannya karena kultur itu sudah lama berjalan dan kami bisa melaksanakannya dengan baik. Bahkan malah membuat ibu-ibu itu makin erat tali silahturaminya," tutupnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template