Pengendali Hama tak Perlu Pakai Pestisida Kimiawi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pengendali Hama tak Perlu Pakai Pestisida Kimiawi

Pengendali Hama tak Perlu Pakai Pestisida Kimiawi

Written By Mang Raka on Senin, 20 Juni 2016 | 12.30.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Para petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Srijaya Desa Ciwaringin Kecamatan Lemahabang berhasil mengendalikan Organisme Pengendali Tanaman (OPT) yang ramah lingkungan pada tanaman buah.
Melalui Bimtek Demplot Pengendalian OPT Paska Panen holkikultura ramah lingkungan dengan pola sekolah lapangan Tahun Anggaran 2016, selama 14 kali pertemuan, Gapoktan yang disekolahkan itu menyerap aplikasi PJPR dan Pembuatan olahan Pestisida nabati.
Petugas POPT Telagasari, Endoh Dohara mengatakan selain PJPR yang dulunya dilatih untuk merangsang tumbuhan dan buah, para petani Srijaya ini sudah diajari pula cara pembuatan Pestisida Nabati yang jitu dalam pengendalian hama. Seperti mengendalikan ulat, kutu kebul putih dan lainnya.
Mereka terus Endoh, harus mencampurkan daun patrewali, daun sirsak, daun mindi dan tembakau yang dicampur dengan rempah. Seperti kunyit, bawang daun dan lainnya. Dengan hanya dicampur alkohol dan air secukupnya, sehari disemprotkan ke tanaman buah, sehari kemudian ulat-ulat dan hama lainnya akan langsung mati.
Pembuatan Pestisida nabati ini sekaligus menyadarkan petani bahwa olahan pengendali OPT yang sebenarnya mudah didapat di warung-warung dan pasar. Sebab, jika petani dibiarkan menggunakan produk pestisida kimia, maka residu akan terhambat. "Sekolah pengendalian OPT pada tanaman holkikultura ini menurut saya tidak ada penutupannya, petani menindaklanjuti lewat pertemuan kelompok untuk terus berinovasi mandiri mengaplikasikan serapan selama di Bintek 14 kali pertemuan," ucap dia.
Sementara itu, Kabid Holkukultura Distanhutbunak Karawang H Rusmawi menuturkan Pengendalian OPT ini penting dalam rangka mengurangi residu Kimia.  Melalui Sekolah Lapangan (SL) dimana petani menjadi pesertanya ini, diharapkan bisa lahir kader-kader perluasan pengembangan komdoditas buah-buahan di Karawang. Kebetulan, program tahun ini lokasinya di Desa Ciwaringin Kecamatan Lemahabang dengan plot khusus jambu Kristal dan Desa Linggarsari Kecamatan Telagasari dengan komditas sayurannya.
Lewat sekolah ini tambah Rusmawi, UPTD Pertanian, POPT dan Kabid dihadirkan sebagai pemateri untuk peningkatan pengetahuan peserta. Wal hasil, ulasan selama 14 kali pertemuan, melalui Pro Tes, semua peserta menyerap ilmu dan pemahamannya lebih dari 80 persen. Maka dari itu diharapkannya, para petani di dua desa ini bisa mengaplikasikan teknologi apa yang diperoleh selama Bintek, ke semua perlakuan tumbuhan. "Hasil Pro tes kemarin, daya serap selama 14 kali pertemuan itu 80 persen, tinggal aplikasikan teknologinya sebagai tindaklanjut," tandas dia.
Lebih jauh Rusmawi menambahkan, petani tidak boleh tergantung bantuan dinas dan Pemprov Jabar untuk belajar. Bagaimana caranya, kata dia, petani ini bisa mengurangi pestisida kimia dan memperoleh produk pangan yang sehat. Karena itulah hanya lewat pertemuan kelompok tani yang menjadi pusat media untuk bertukar informasi agar petani lebih produktif. "Diskusi dan musyawarah tidak harus menunggu program, karena lewat kelompok tani ini, bisa menjadi pusat media informasi usaha tani," pungkas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template