Pengelolaan Wisata Mekarbuana Belum Terkonsep - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pengelolaan Wisata Mekarbuana Belum Terkonsep

Pengelolaan Wisata Mekarbuana Belum Terkonsep

Written By Mang Raka on Rabu, 01 Juni 2016 | 17.00.00

TEGALWARU, RAKA – Wacana Karawang Selatan sebagai daerah tujuan wisata diharapkan bisa membawa dampak positif bagi masyarakat. Paling tidak mampu memicu meningkatkan taraf perekonomian di wilayah tersebut.

Hal itu diungkapkan pemerhati masalah pariwisata, Hutama (35) yang juga tokoh pemuda setempat, kemarin. Menurut dia, pemerintah baik kecamatan maupun daerah atau perlu membuat skema agar masyarakat yang berpotensi bisa dilibatkan dalam pengelolaan wisata. Baik di bidang jasa, kuliner, penyediaan tenaga agar bisa merasakan manfaat adanya tempat wisata bagi mereka. “Saya lebih setuju jika warga yang tidak mampu itu objeknya mau bekerja di tempat wisata ataupun jika tidak mampu bisa membawa anak ataupun cucunya menjadi salah satu karyawan yang bisa dipekerjakan di tempat tersebut," ucapnya.
Senada itu, tokoh masyarakat Kampung Cijati, Desa Mekarbuana, Muhamad Suhandi (35) menyampaikan, wilayah Kampung Cijati adalah daerah wisata di Desa Mekarbuana, akan tetapi masyarakatnya belum bisa merasakan secara harfiah adanya wisata disana. Sehingga masyarakat hanya menjadi penonton ketika wisata itu banyak disinggahi orang atau wisatawan. “Hanya anak-anak muda saja yang bisa merasakan adanya tempat wisata, dan itu pun mereka hanya sebatas sebagai petugas parkir jalan saja," ungkapnya.
Akan tetapi, lanjut dia, hal itu tidak bisa menjadi salah satu sarana agar warga sekitar bisa bekerja. "Saya berharap pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten bisa membuat formula kerjasama agar bisa menyerap tenaga kerja setempat. Sehingga program pengentasan kemiskinan pun bisa terwujudkan. Saya yakin itu semua bisa sinergis jika dilakukan secara konsisten," paparnya.
Sementara Maman (40) warga Kampung Bakan Dalem, Desa Wargasetra, menuturkan, perlu konsep wisata yang bisa memberikan akses bagi warga agar bisa ada di dalamnya. “Ijazah menjadi kendala besar bagi masyarakat setempat. Sementara tenaga kerja yang ada di wilayah pedesaan kebanyakan mereka tidak memiliki ijazah formal. Meski begitu saya yakini, para pekerja di wilayah Karawang selatan masih bisa diandalkan, karena kebanyakan mereka sangat membutuhkan kerja untuk kelangsungan hidupnya," ujarnya.
Pendapat berbeda pun dilontarkan H.Khodim (50) Warga Kampung Cikukulu Barat, Desa Cintaasih. Dirinya malah berpendapat, adanya wisata di wilayah Karawang Selatan belum bisa merepresentasikan penyerapan tenaga kerja. Selain pengelolaan wisatanya terbatas, inovasi dan support adanya wisata seperti penganan khas, cinderamata, penjual jasa, serta pengelolaan sumber daya manusia belum sinergis. Terlebih hanya didominasi oleh kepentingan-kepentingan penguasa sekitar. “Jika sinergis dan hubungan kerjasama dengan masyarakatnya baik maka saya yakin warga bisa ada didalamnya. Sehingga warga miskin pun bisa menjadi prioritas dengan mengajaknya menjadi patner di segala aspek. Seperti, pengadaan jasa, kuliner dan cinderamata," katanya. (yfn)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Saya punya ide gimana kalau seluruh kecamatan tegal waru itu dibikin resort raksasa dimana antara satu kawasan dengan lainnya itu terintegrasi, mirip2 kebun raya gitu cuma dalam skala yg lebih besar, gaet investor internasional yg biasa berkecimpung dlm bisnis pariwisata dan konsef township gitu...

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template