Penegakkan Hukum Lalulintas Masih Rendah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Penegakkan Hukum Lalulintas Masih Rendah

Penegakkan Hukum Lalulintas Masih Rendah

Written By Mang Raka on Jumat, 10 Juni 2016 | 15.00.00

KARAWANG, RAKA - Kesadaran semua fihak merupakan hal penting yang harus dilakukan. Bukan hanya pengguna jalan raya tetapi juga kesadaran petugas dilapangan sebagai penegak hukum. Hal itu diperlukan untuk menciptakan tertib lalulintas yang nantinya akan berdampak terhadap upaya meminimalkan kesemerawutan dan kemacetan di ruas jalan tersebut.

Pemerhati lalulintas Haris Laziealle mengatakan itu, belum lama ini, melalui surat elektroniknya. Menurutnya, menilai sebuah kemacetan di jalan raya jangan hanya menyalahkan instansinya saja. Tetapi perlu kesadaran para pengguna jalan itu sendiri. Jadi jangan sampai ketika ada petugasnya saja lalu lintasnya teratur. "Kerjasama semua pihak perlu untuk mengentaskan berbagai persoalan yang menyangkut masalah lalu lintas," kata dia.
Hal senada pun diungkapkan Supriadi, juga pemerhati lalulintas. Hanya saja, Supriadi cenderung menyarankan agar melakukan urut masalah. Artinya,  apa yang sebenarnya menjadi masalah harus dikenali terlebih dahulu. "Simple saja sebenarnya, masalah utamanya apa. Tidak ada tempat parkir atau jalan kurang luas atau juga masyarkatnya kurang sadar atau karena jalan berlubang. Hal-hal seperti ini yang perlu dibenahi," tandasnya.
Jadi tahap awal yang perlu dilakukan, menurut dia adalah identifikasi masalah. Lakukan perbaikan, buat aturan, buat rakyat paham aturan dan sanksinya, dan ada pengawas yang menegakkan aturan. Cuma saja, Supriadi menegaskan bahwa penegakan hukum inilah yang dinilainya masih perlu ditingkatkan kualitasnya. "Jadi tidak harus menunggu rakyat supaya sadar. Bagaimana ceritanya tanpa penegakan hukum ketertiban bisa ditegakkan," ungkapnya.
Sementara Hariyan, warga Karawang Kota mengajak semua fihak untuk merenung dan mengembalikan permasalahan kepada individu masing-masing. "Mari kita merenung. Sisi jalan malah buat parkir motor, kenapa terjadi. Karena tempat parkir tidak ada dan itu tidak terprediksi oleh instansi terkait bahwa pertumbuhan kendaraan bermotor begitu cepat. Sementara sarana tidak memadai," ungkapnya. (ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template