Pemudik Lewat Jalur Selatan Kesasar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemudik Lewat Jalur Selatan Kesasar

Pemudik Lewat Jalur Selatan Kesasar

Written By Mang Raka on Senin, 27 Juni 2016 | 15.30.00

*Camat Diminta Hubungi Kapolres Minta Petugas dan Rambu Lalin

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Puluhan pemudik yang melintasi jalur selatan, Minggu (26/6) melalui jalan alternatif irigasi Tarum Barat di Desa Wanasari banyak yang kesasar. Itu terjadi, selain tidak adanya petugas juga tidak adanya penunjuk arah dan rambu-rambu lalulintas. Ini bukti kalau Pemerintah Karawang tidak siap menempatkan wilayahnya sebagai jalur lintasan pemudik.

Dari pantauan RAKA beberapa kendaraan minibus pribadi dan kendaraan roda dua mulai melintasi jalur alternatif Jakarta - Bekasi melalui sisi irigasi Tarum Barat. Cuma yang jadi kendala jembatan saat ini pun belum dipergunakan secara maksimal. Penggunaan akses dibatasi hanya mobil kecil dan motor.
Sementara, pengamanan serta marka jalan belum tampak di akses jalan tersebut terutama penunjuk arah, makanya tidak sedikit pemudik yang keluar melalui jalan tersebut kebingungan dan mempertanyakan akses jalan agar tidak tersasar menuju jalan lain. Sementara saat ini informasi yang didapatkan oleh pemudik hanya melalui penjelasan warga.
Seperti dijelaskan Suyudi (43) tukang ojeg motor di pertigaan Siphon, kadang ada kendaraan yang hendak mengarah ke arah Karawang kota nyasar hingga ke areal selatan Karawang karena tidak adanya petunjuk arah dan marka jalan. "Kadang kan pemudik datangnya bukan saja dari wilayah sekitar. Tetapi ada yang datang dari Jakarta, mereka suka kebingungan dan kadang malam hari pun ada pemudik yang datang juga kesini. Mereka mengakui kesasar karena marka tidak ada, rata-rata mereka nyasar hingga ke wilayah Loji," akunya.
Hal senada diungkapkan Karha (44), pengatur lalulintas pertigaan siphon, informasi marka jalan tidak tersedia bahkan penerangan jalan pun kurang ketika malam hari. Pemudik intensitasnya sudah mulai tampak bukan saja pada siang hari tapi malam hari pun banyak yang melakukan aktivitas mudik. "Kadangkan mereka tidak semuanya mudik siang hari, alasannya panas dan menghindari macet. Karenanya mereka siasati mudiknya malam hari. Selain itu penerangan pun tidak tersedia sehingga mereka kesulitan mendapatkan informasi jalur ke wilayah tujuan. Sudah itu tidak ada pengamanan dari pihak dan institusi apapun padahal sekarang mulai ramai," Katanya.
Karnaya (32), pemudik lainnya yang menuju Tasikmalaya, menambahkan seharusnya jalur manapun agar pemudik lebih nyaman pemerintah setempat bisa mengalokasikan personel dan booth agar para pemudik yang menggunakan jalan alternatif yang sering dipergunakan oleh masyarakat bisa dipergunakan dengan nyaman. "Kebanyakan para pemudik mencari jalan yang teduh, aman dan nyaman serta lebih cepat daya tempuhnya dan jalan siphon itu bisa ditempuh dengan nyaman. Akan tetapi kesiapan marka jalan di sekitaran tempat tersebut tidak maksimal hingga para pemudik seperti saya saat ini kurang informasi karenanya banyak yang kesasar," ucapnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template