Pemda Didesak Buat Jembatan di Ciampel - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemda Didesak Buat Jembatan di Ciampel

Pemda Didesak Buat Jembatan di Ciampel

Written By Mang Raka on Senin, 06 Juni 2016 | 16.30.00

CIAMPEL, RAKA - Pemerintah daerah didesak agar membuat jembatan penghubung antara Kecamatan Ciampel dan Klari. Kedua wilayah itu terbelah oleh Sungai Cipule yang melintas di Kampung Cipule dan Kampung Cimahi, batas kampung masing-masing dua kecamatan tersebut. Sementara untuk melakukan aktivitas perekonomian dan sosialnya, selama ini warga di dua kecamatan itu menggunakan jasa perahu eretan.

Abi Abdurahman, warga Kampung Cimahi, Kecamatan Klari, yang menggunakan perahu eretan sebagai moda transportasi, kemarin, mengatakan pemerintah mestinya lebih peka dengan kebutuhan warganya. Terlebih dengan tingginya aktivitas bisnis warga di dua kecamatan (Klari dan Ciampel) itu. Mestinya, itu bisa menjadi alasan kuat pemerintah daerah untuk membangun jembatan penyeberangan diatas Sungai  Cipule.
Hal lain, yang patut menjadi bahan pertimbangan kedua wilayah merupakan wilayah-wilayah kawasan industri. Sehingga akses penghubung itu akan sangat penting guna meningkatkan tarap perekonomian masyarakat setempat. "Sekarang ini satu-satu akses untuk bisa langsung ke wilayah Ciampel adalah melalui jasa penyeberangan sungai pereahu eretan," ucap Abi.
Padahal, lanjut Abi, sering kali warga ketakutan jika menyeberangi sungai dengan perahu eretan. Apalagi ketika arus lagi deras-derasnya, itu amat berbahaya bagi konsumen. "Kami mau tidak mau harus menggunakan perahu eretan sebagai alat penyeberangan kalau mau ke wilayah ciampel, biar cepat ke kawasan dimana kami bekerja, meski kami ketakutan,” kata Abi.
Karenanya, Abi menambahkan, pembuatan jembatan antara dua wilayah yang selama ini dibatasi Sungai Cipule tersebut. Hal ini agar nantinya, dengan adanya jembatan dapat menjadi akses yang dinilai aman untuk masyarakat yang berada diwilayah tersebut aman nantinya. “Kami berharapnya, pemerintah bisa membuatkan jembatan karena dengan adanya jembatan nanti bisa lebih aman nantinya,” pungkasnya.
Sementara, menyinggung keberadaan perahu eretan, Yakub, pegawai perahu eretan mengatakan, usaha perahu eretan yang sudah dilakoninya selama bertahun tahun itu, dalam sehari upah yang diterimanya, 100 ribu sehingga bila dikumpulkan selama sebulan dia bisa mendapatkan 3 juta rupiah. Karena tidak adanya jembatan penghubung antara dua wilayah ini pun, menjadikan akses perlintasan hanya dengan perahu eretan yang ada diwilayah tersebut. “Karena tidak ada jembatan untuk melintas, kalau pun mau ke Klari, jauh harus berputar, dengan jasa perahu erek warga di kedua wilayah itu pun, hanya dapat melitas dengan cepat melalui perahu erek,” katanya.
Dia mengatakan, usaha perahu eretan dinilai cukup membantu bagi warga sekitar dalam peluang pekerjaan. Hal ini dikarenakan setiap harinya, warga yang hendak melintas, menggunakan perahu eretan. “Setiap hari tidak sepi, karena  jasa perahu eretan menjadi salah satu upaya masyarakat yang hendak beraktifitas nantinya,” katanya.
Kendati demikian, sambung dia, biaya yang dikeluarkan para warga yang hendak melintas pun, hanya di patok dengan harga 2000 rupiah. Hal ini dinilai tidak terlalu besar biaya yang dikeluarkannya. “Kami hanya mematok 2000 per motornya,” paparnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template