Peluang Penyuluh Pertanian Main Proyek Makin Besar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Peluang Penyuluh Pertanian Main Proyek Makin Besar

Peluang Penyuluh Pertanian Main Proyek Makin Besar

Written By Mang Raka on Selasa, 07 Juni 2016 | 15.30.00

-Jika Tak Pernah Ada Rotasi Penugasan

CILAMAYA KULON, RAKA - Meski pun sudah mengantongi kontrak yang rutin diperpanjang setiap tahun, Tenaga Harian Lepas (THL) Penyuluh Pertanian mayoritas jarang dirotasi. Akibatnya, sebagian kalangan khawatir penugasan dalam rentang waktu yang lama mulai dari 5-6 tahun ini memicu kolusi program pertanian.
Kelompok tani pun meminta agar para THL atau Penyuluh Pertanian sesering mungkin diputar tempat tugas agar ada penyegaran setidaknya tiap 2 tahun sekali.
Kata Ketua Kelompok Tani (Poktan) Tarunajaya Desa Pasirjaya Kecamatan Cilamaya Kulon, Ahmad Athoilah, penyuluhan itu penting bagi petani dan kelompoknya.
Sebagai satu pilar penyokong produksi pertanian melalui pembinaan dan pendampingan, baik program, teknologi pertanian dan penjadwalan masa tanam, bukan berarti penyuluh pertanian membodohi petani dengan memangkas akses yang seharusnya menjadi hak-hak dan tugas petani.
Artinya, jika penyuluh menjelma jadi penguasa program pertanian untuk memperkaya diri dengan menghandel semua wewenang petani, ini sudah di luar batas kewajaran. Ia banyak menemui keluhan dari petani, utamanya bagi para penyuluh senior dan sudah lama bertugas tanpa ada rotasi atau penyegaran ke wilayah lain.
Sehingga karena sudah nyaman, bukan mencetak petani cerdas, tapi justru semakin membuka celah bermain program dan proyek pertanian. "Harusnya, semakin lama bertugas di desa A misalnya, semakin melahirkan petani handal. Bukan malah mengobok-obok proyek dan program petani," keluh dia.
Pria yang akrab disapa Otoy ini menambahkan, THL memang memiliki masa tugas yang ditentukan pusat dan provinsi setiap tahun dengan perpanjangan kontrak. Tapi bukan berarti pemkab dalam hal ini BP4K membiarkan para penyuluh berlama-lama di desa A atau B hingga 5-6 tahun. Harusnya, saran Otoy, penyuluh itu harus orang luar domisili desa tertentu dan memberlakukan rotasi 2-3 tahun sekali agar ada penyegaran setiap desa-desa.
Itu tambah Otoy, untuk menekan peluang penyuluh memainkan program-program andalan pemerintah. "Jangan jadikan orang asli desa A jadi THL di desa A lagi, harus sering-seringlah dirotasi ke berbagai desa pelosok-pelosok lainnya," pinta dia.
Lebih jauh ia berharap, paska Hari Krida Pertanian (HKP) ke 44 kemarin, Karawang bisa menjadi parameter kabupaten/kota lainnya dalam hal sinergitas antarlembaga untuk menyokong produksi pertanian. Baik itu buruh tani, petani, penyuluh dan dinas. Agar semua bisa berjalan beriringan dan mendukung program yang digulirkan pemerintah, bukan malah membuat resah petani setiap turun bantuan atau program. "Semoga saja saran ini bisa didengar, ini semi sinergitas antarlembaga demi menyokong swasembada beras," tutup pria ini. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template