Pejabat Kecamatan dan Desa Tidak Kreatif - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pejabat Kecamatan dan Desa Tidak Kreatif

Pejabat Kecamatan dan Desa Tidak Kreatif

Written By Mang Raka on Senin, 06 Juni 2016 | 16.00.00

- Miskin Inovasi dan Terobosan

LEMAHABANG, RAKA - Menjelang lomba sinergitas kecamatan yang diwakili Lemahabang di tingkat Provinsi Jawa Barat Asisten Daerah (Asda) 1 memperingatkan desa dan kecamatan lebih kreatif dan berinovasi.
Dikatakan Syamsuri soal pelayanan kecamatan bukan melulu soal e-KTP membuat akta dan tandatangan lainnya, tapi harus fokus bahwa pelayanan itu adalah menyangkut hajat hidup orang banyak. Ia menyesalkan jika pegawai kecamatan atau UPTD mau ikut lomba, tapi data-data saja masih susah untuk diminta. Ia mempertanyakan kinerja mereka. Padahal, wilayah administratif sangat menyangkut hajat hidup orang banyak.
Memalukan tegas Syamsuri, jika desa dan kecamatan di Karawang didatangi mahasiswa yang hendak menuntaskan tugasnya dengan meminta data-data, tapi data yang diminta justru tidak ada. "Kalau orang kecamatan dan desa mau lomba kemudian diminta memenuhi indikator administrasi dan data saja mengeluh, lantas apa pekerjaannya selama ini?" tanya dia.
Lebih jauh, mantan Bappeda era H Ade Swara ini menambahkan, dalam lomba, yang kadang-kadang diunggulkan itu adalah desa atau desa yang memiliki keterbatasan sarana tapi bekerja inovatif dan kreatif. Bukan yang memiliki bangunan mewah dan cantik lingkungannya tetapi rendah inovasinya.
Seharusnya, tandas Syamsuri, PNS kecamatan jangan berpikir teknis untuk memenuhi tugasnya. Karena ketika inovasi dan semangatnya sudah jalan, apapun caranya mereka akan mengerjakan tugas ini.
PNS zaman dahulu kala, tandas dia, walaupun dengan sepeda ada kewajiban ke desa, mereka akan tetap datang. Ia menyarankan pejabat kepala dan camat harus punya buku-buku kumel, dalam artian sering dibaca sebagai penguasaan monografi dan wilayahnya. Sia-sia, banyak terpampang monografi dan data-data pendidikan melalui triplek di dinding-dinding, tapi tapi data konkritnya tidak dimiliki.
Ia minta BPMPD juga tidak lagi mengirim triplek-triplek pembuatan data-data dinding desa karena itu mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit. "Kita ingin uji inovasi, bagaimana pemikiran camat dan pejabatnya, apakah selama sudah bisa memahami lapangan?" tanya dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template