Passing Grade Rendah, Banyak Siswa Frustasi Ikuti PPDB Online - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Passing Grade Rendah, Banyak Siswa Frustasi Ikuti PPDB Online

Passing Grade Rendah, Banyak Siswa Frustasi Ikuti PPDB Online

Written By Mang Raka on Rabu, 15 Juni 2016 | 15.30.00

TEMPURAN, RAKA - Jargon 'Negeri dan Swasta Sama Saja' belum ampuh meredam hasrat siswa sekolah di SMA/SMK Negeri favorit. Gara-gara ngebet sekolah di negeri, banyak dari mereka malah frustasi ketika melakukan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online dengan sistem passing grade nilai hasil UN. Siswa dengan nilai di bawah 30 mengaku stres ikut pendaftaran.
Orangtua siswa asal Lemahabang yang meminta dirahasiakan namanya menuturkan, anaknya ingin bersekolah ke SMKN 1 Karawang. Sayangnya, menghadapi PPDB justru anaknya depresi. Kendati anaknya meraih nilai bagus di sekolah, namun dari hasil akhir di UN malah dari 30.
Sementara, PPDB online persaingannya sangat ketat dan membuat anaknya pesimis bisa masuk ke SMK favorit. Meskipun ada jalur lainnya seperti KTM dan prestasi, anaknya tetap tak punya peluang. "Kenapa nilai jadi kecil, anak saya mau SMKN 1 Karawang sudah nangis terus karena nilai hasil UN SMP nya kecil. Apalagi persaingan nilai Passing Grade sangat menentukan hasil PPDB," tandas dia.
Menyikapi pernyataan itu, Ketua Pimpinan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Cabang Karawang, Kiki Nugraha menyebut hasil akhir nilai UN SMP itu memang sudah final dan menjadi konsekwensi bagi siswa yang mau ke sekolah negeri maupun swasta. Adapun dampak psikologis yang memicu anak menjadi depresi karena tidak bisa mewujudkan keinginannya sekolah di SMA/SMK andalan. Disdikpora diminta untuk tetap bertanggungjawab secara moral, memberikan penyuluhan psikologis dan bisa meyakinkan para orangtua, bahwa jargon negeri dan swasta sama saja itu benar-benar bisa diwujudkan.
Karena, lewat PPDB ini, mau tidak mau, cita-cita anak bersekolah di sekolah favorit harus dikorbankan jika memang memiliki nilai pasing grade mereka jeblok. "PPDB online bisa menghanguskan cita-cita siswa yang ingin melanjutkan ke sekolah favorit jika nilainya rendah. Maka dari itu dampak psikologis ini harus dipikirkan Disdikpora juga," saran dia.
Alumni SMAN 1 Telagasari ini menambahkan, maraknya siswa dengan nilai yang rendah dibawah 30 semoga tidak dijadikan celah jual beli kursi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Kiki menyebut, oknum itu biasanya ada di lingkungan sekolah, dinas, oknum media, oknum LSM bahkan hingga birokrat dan anggota dewan yang doyan menitip.
Untuk itu, ia harapkan, PPDB kali ini bisa berjalan lancar. Hanya saja IPNU akan mengerahkan kader di tingkat ranting untuk sama-sama mengawasi PPDB Online 2016 ini serya memastikan bahwa tidak ada oknum yang memainkan sistem. "Nilai banyak yang kecil, celah jual beli kursi itu besar, kita akan awasi ke setiap SMA biar tidak ada oknum yang memainkan sistem ini," tandas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template