Pasirputih Bisa Jadi Ekowisata Andalan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pasirputih Bisa Jadi Ekowisata Andalan

Pasirputih Bisa Jadi Ekowisata Andalan

Written By Mang Raka on Kamis, 16 Juni 2016 | 13.00.00

CILAMAYA KULON, RAKA - Tidak adanya wisata bahari di Karawang yang menarik wisatawan, membuat masyarakat pesisir geram dengan kebijakan Pemkab. Potensi emas di sepanjang pantai 84 Mil di Karawang seakan tak pernah digarap serius. Ratusan hektar tanah timbul di Pasirputih dan Muara Cilamaya justru dibiarkan gundul tanpa ada upaya pemanfaatan dari pemerintah.
"Birokrat itu melirik laut saat ramai pelabuhan saja, tapi tidak pernah menoleh bahwa ada potensi emas di pesisir laut Karawang yang entah kapan bisa digarap," kata Ketua Kelompok Masyarakat Pengaewas Pesisir (Pokmaswas) Mina Jaladri Pasirputih Heri Suhaeri kepada Radar Karawang.
Laut Karawang terusnya, memang kotor karena posisi pesisirnya menjadi muara pembuangan dari berbagai kabupaten dan kecamatan ke Laut Jawa. Tapi, tanah timbul yang muncul harusnya bisa diberdayakan dengan membuat puluhan hektar hutan bakau seperti di Pekalongan. Karena, paska semua Pokmaswas studi banding ke Pantai Pekalongan, dirinya tergerak secara swadaya untuk memanfaatkan lahan agar kelak di Pasirputih ada hutan bakau yang menjadi wisata bahari terindah di Jawa Barat.
Ini memang mimpi, tapi kalau tanpa campur tangan pemerintah, tetap saja sulit tercapai dengan cepat. Karena, pemecah ombak dari peisisir pantai sepanjang 300 meter dan luas lahan 12 hektare di Pasirputih dengan kesadaran aktivis dan Dinas Perikanan, harapan pantai pekalongan yang indah bisa hadir di Karawang. "Ahmad Dadang saja bisa membuat Tanjungbaru ramai, disini potensi sudah didepan mata dan kami punya impian, tapi tidak boleh lepas dari campur tangan pemerintah," harapnya.
Membuktikan keseriusan itu, ia bersama masyarakat Pasirputih patok setiap tanah timbul di bibir pantai dan diberi tanda untuk ditanami mangrove. Di Pekalongan, itu hanya ditambahi empang-empang dan tambak, tapi di Karawang ini jelas lautnya, jadi tidak ada alasan membiarkan potensi ini terbuang percuma.
Karenanya, bibit mangrove dan bronjong untuk mengitari tanamannya dibuat bertahap agar dalam waktu 1-2 tahun kedepan, hutan bakau di Pasir putih ini bisa tumbuh dan menyedot wisatawan. Tak hanya indah, kuliner khas laut dan nuansa pesisir diharapkan bisa menyusul dikembangkan. "Kami lakukan hanya untuk kepedulian lingkungan, karena kami sebatas memimpikan Pasirputih bisa dijadikan wisata Bahari. Setelah studi banding ke Pekalongan, kami tertarik menata yang sebenarnya sudah ada potensinya di Pasirputih," tandas dia.
Pengurus Kelompok Kerja dan Pembinaan Masyarakat Pesisir (KKPMP) Pasirputih Sahari mengatakan potensi di Pasirputih untuk dijadikan hutan mangrove sangat besar. Dirinya hanya berharap, antara dinas bisa ikut mensukseskan ini. Termasuk BPLH, Dinas Pertanian dan Kehutanan hingga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Jangan lagi ada istilah, ribut dan saling klaim kesuksesan. Bila Pasirputih disulap menjadi eko wisata yang potensial, itu berkat kerjasama yang baik. "Jangan saling klaim birokrat ini, karena akibat keegoisan mereka, potensi yang ada selalu tidak tergarap optimal," kata dia. (rud)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Indramayu punya hutan mangrove yg diberi nama Karangsong yang sudah menjadi area wisata..saya yakin kalau pengelolaan tanah timbul yg ada di pesisir pantai cilamaya bisa lebih dimaksimalkan dengan menanam mangrove..akan bisa lebih baik dg yang ada di indramayu.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template