Pasar Induk 50 Hektare - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pasar Induk 50 Hektare

Pasar Induk 50 Hektare

Written By Mang Raka on Jumat, 10 Juni 2016 | 21.04.00

-Proyek Bakal Digarap Swasta

KARAWANG, RAKA - Masalah pasar induk beras yang saat ini terpusat di Johar, terus menuai keluhan. Truk-truk yang terparkir di badan jalan saat bongkar muat beras, membuat kawasan pasar itu macet.
Tidak ingin persoalan terus berlarut, Pemerintah Kabupaten Karawang akhirnya melibatkan pihak swasta, membuat pasar induk beras yang lebih representatif. Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang Teddy Rusfendi Sutisna mengatakan, pihak swasta yang akan menggarap proyek pasar induk beras tersebut adalah PT Central Niaga Nusa Karawang (CNNK). "Kemarin sudah melakukan pertemuan membahas rencana pembangunan pasar induk beras, sayuran dan buah di Kabupaten Karawang," ujarnya kepada Radar Karawang, Kamis (9/6) kemarin.
Dalam pertemuan tersebut, kata Teddy, hadir perwakilan dari lintas OPD di Kabupaten Karawang seperti kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BPMPT), Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Dinas Pertanian, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan (Distanhutbunak), dan Badan Ketahanan Pangan. "Insyallah tahun ini (Oktober 2016) pembangunan pasar induk beras, dan sayuran yang langsung ditangani pihak swasta akan mulai dibangun," terangnya.
General Manager PT CNNK La Ode Hasahu sebagai konseptor pembangunan pasar yang bernama Pasar Induk Kutapohaci mengatakan, sistem yang dipakai oleh pasar ini adalah ramah kepada para petani. Karena untuk penyewaan atau pembelian kios menggunakan sistem bagi hasil panen pertanian. Rencananya pasar akan dibangun di atas lahan seluas 50 hektare, dengan tahapan pekerjaan perencanaan untuk master plan dan feasibility study sudah selesai. Dan jumlah bangunan yang akan dibangun terdiri dari toko beras 762 unit, kios 436 unit, kios indoor 647 unit, los 1.814 unit, ruko 243 unit, gudang beras 1 unit, gudang agro 1 unit, kolam retensi 1 unit, kantor pengelola 1 unit, masjid 1 unit, klinik 1 unit dan function hall 1 unit. Hasahu menambahkan, pasar ini akan digagas dengan konsep yang modern, dengan adanya fasilitas pasar induk primer yang dikelola dengan pola bagi hasil. Dan memanfaatkan teknologi informasi. “Dengan konsep ini diharapkan para petani yang bergabung di pasar ini, dapat memudahkan kebutuhan mereka dengan berbagai fasilitas yang ada. Karena sudah banyak para petani kita yang memiliki alat komunikasi minimal handphone,” ujar Hasahu.
Ketua Komisi B DPRD Karawang Danu Hamidi menyambut baik langkah pemerintah menjalin kerjasama dengan swasta, membangun pasar induk beras dan sayuran. Meski begitu, pihaknya akan meminta penjelasan dari pemkab dan PT CNNK konsep pengelolaan pasar. "Jangan sampai muncul permasalahan di kemudian hari," ungkapnya.
Ia melanjutkan, Karawang saat ini sudah memiliki peraturan daerah (perda) terkait pasar, sehingga pemerintah sudah memiliki aturan jelas dalam pengelolaan pasar. "Komisi B memang mendorong ada pasar induk yang bisa menampung hasil pertanian Karawang," jelasnya. (dri)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template