Pasang Lampu Merah di Pertigaan RSUD - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pasang Lampu Merah di Pertigaan RSUD

Pasang Lampu Merah di Pertigaan RSUD

Written By Mang Raka on Kamis, 16 Juni 2016 | 13.00.00

TELUKJAMBEBARAT, RAKA - Padatnya kendaraan dari arah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang menuju Jalan Raya Interchange Karawang Barat ataupun sebaliknya, menjadi pemicu terjadinya kemacetan permanen di pertigaan jalan utama tersebut. Untuk meminimalisasi kondisi itu keberadaan lampu merah lalulintas dinilai perlu guna mengatur arus lalulintas di ruas itu.

Data yang dihimpun RAKA, kemarin (15/6) kemacetan yang terjadi menjadi keluhan permanen para sopir dan masyarakat yang hendak menyeberang jalan di ruas itu. Bahkan menjadi polemik yang belum ada solusinya. Pihak kepolisian sendiri pernah membuat rekayasa lalulintas di titik tersebut untuk meminimalisasi kemacetan dengan memasang papan pengaman, hingga kendaraan wajib masuk ke kawasan perumahan dan memutar balik di belokan yang sudah dibuat oleh petugas, namun tetap tidak teratasi.
Jumlah pengguna jalan yang membludak melintasi titik itu saat jam kerja dan pulang karyawan pun menjadi penyebab dan juga kendaraan yang mengangkut karyawan di pinggir jalan secara acak itu pun salah satu penyumbang kemacetan. Itupun masih di tambah dengan kehadiran ojeg motor yang mangkal dipinggir jalan dan gerobak-gerobak penjual asongan ikut menambah kemacetan selain minimnya kesadaran berlalulintas masyarakat.
Hal itu pun menimbulkan beragam masukan dari masyarakat terutama pengguna jalan agar bisa dibangun lampu merah sebagai pengatur lalulintas guna meminimalisasi kemacetan dan memasang papan marka di larang berhenti di sepanjang jalan itu. Seperti diutarakan petugas Patroli lapangan Dinas Perhubungan (Dishub) Karawang, memang jika di pasang lampu merah bisa meminimalisasi kemacetan dan pengaturannya lebih efesien. Memang diakuinya kemacetan sering terjadi di pagi hari dan sore hari selepas karyawan berangkat dan pulang kerja.
"Pagi harinya selalu terjadi penumpukkan kendaraan dititik ini karna jam ngantor karyawan dan sorenya kendaraan yang pulang selain karyawan juga kendaraan yang keluar tol Karawang Barat. Itupun membuat kemacetan. Saat ini untuk mengurai kemacetan kami langsung mendeskripsi kemacetan dengan anggota yang lainnya agar tidak menumpuk. Maka kami dan kepolisian pun naik dan turun, turunnya ke dekat kawasan dan naiknya di pertigaan RSUD Karawang," paparnya.
Sementara Herman (43) sopir angkutan umum regular Karawang Kota menyampaikan, lampu merah pun belum di katakan efektif sebagai pengurai kemacetan jika masih ada warga yang menggunakan jasa angkut kendaraan umum yang berhenti di pertigaan. Memang di pertigaan itu bukan saja warga yang hendak berpulang ke wilayah Bekasi dan Jakarta, akan tetapi ada pula yang memang mempunyai rumah di kawasan perumahan tersebut.
"Makanya yang mesti disiasati paling penggunaan lampu merah pun mesti dipasang juga di dalam kawasan agar tidak menumpuk dan Jembatan Badami juga salah satu masalah. Karena banyak juga warga yang berpulang dari Jakarta melintasi jembatan itu karena memang warga dari wilayah tersebut. Memang polemik tersebut harus ada solusinya," katanya.
Hal senada dikatakan Jamalludin (43) warga sekitar, permasalahan yang sangat krusial terjadinya kemacetan selain karena ada karyawan yang berhenti juga pengemudi yang kurang menyadari adanya kemacetan. Selain menyalip pun sebagai suatu masalah juga, dan dirinya setuju dengan adanya pemasangan lampu merah di pertigaan RSUD. "Mungkin saja kan dengan di pasang lampu merah di sana bisa membuat kendaraan tidak semerawut dan kantor kepolisian yang di pertigaan tepatnya di jalan masuk perumahan petugasnya dioptimalkan," tandasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template